sosmed sosmed sosmed sosmed
get app
Advertisement

APBI Soroti Tantangan Besar Jelang 2026, Intip Prospek Emiten Batu Bara

Market news editor TIM RISET IDX CHANNEL
30/11/2025 09:47 WIB
Asosiasi Pertambangan Batu Bara Indonesia (APBI-ICMA) memaparkan dinamika terbaru industri dalam acara Editor Gathering pada Kamis (27/11/2025).
APBI Soroti Tantangan Besar Jelang 2026, Intip Prospek Emiten Batu Bara. (Foto: Freepik)
APBI Soroti Tantangan Besar Jelang 2026, Intip Prospek Emiten Batu Bara. (Foto: Freepik)

Penurunan harga tersebut membuat proyeksi kinerja emiten batu bara direvisi turun. CGSI memangkas estimasi laba bersih tahun fiskal 2026 untuk UNTR, ITMG, dan PTBA sebesar 4-13 persen karena kombinasi harga jual yang lebih rendah dan kenaikan biaya, terutama bahan bakar.

Sementara itu, AADI justru direvisi naik berkat rata-rata harga jual yang sedikit lebih baik. Secara keseluruhan, laba bersih sektor diperkirakan turun 8 persen secara tahunan pada tahun fiskal 2026, dengan emiten batu bara melemah 16 persen, sedangkan kontraktor tambang seperti UNTR naik tipis 1 persen.

CGSI juga mengingatkan bahwa imbal hasil dividen (dividend yield) sektor ini kemungkinan tidak lagi setinggi tahun-tahun sebelumnya.

“Menurut kami, emiten batu bara kecil kemungkinannya mempertahankan tingkat dividen setinggi tahun-tahun sebelumnya, karena prospek laba yang melemah akan membatasi kemampuan mereka untuk membagikan dividen,” kata analis CGSI.

Dengan proyeksi laba yang menurun, dividend yield sektor tahun fiskal 2025-2026 diperkirakan hanya berada di rentang 4-10 persen, dengan rata-rata sekitar 6-7 persen. AADI disebut sebagai emiten dengan potensi dividend yield tertinggi, yakni 9-10 persen.

Halaman : 1 2 3 4 5 6 7 8
Advertisement
Advertisement