sosmed sosmed sosmed sosmed
get app
Advertisement

APBI Soroti Tantangan Besar Jelang 2026, Intip Prospek Emiten Batu Bara

Market news editor TIM RISET IDX CHANNEL
30/11/2025 09:47 WIB
Asosiasi Pertambangan Batu Bara Indonesia (APBI-ICMA) memaparkan dinamika terbaru industri dalam acara Editor Gathering pada Kamis (27/11/2025).
APBI Soroti Tantangan Besar Jelang 2026, Intip Prospek Emiten Batu Bara. (Foto: Freepik)
APBI Soroti Tantangan Besar Jelang 2026, Intip Prospek Emiten Batu Bara. (Foto: Freepik)

Di Kalimantan, delineasi wilayah Ibu Kota Nusantara (IKN) ring 3 masih memicu ketidakpastian perizinan. Tarif ship-to-ship (STS) di Muara Berau yang dinilai bersifat monopoli menambah beban logistik. Rencana penetapan kontribusi PPM oleh Pemprov Kalimantan Timur sebesar Rp5.000-Rp10.000 per ton juga menambah biaya.

Pendangkalan Sungai Mahakam di kawasan Benanga membuat tongkang kerap terhenti saat air surut, memicu keterlambatan ekspor dan biaya demurrage. PETI kembali menjadi masalah yang turut merusak reputasi industri.

Prospek Emiten Batu Bara

Harga batu bara diperkirakan masih berada di bawah tekanan dalam beberapa waktu ke depan, seiring lemahnya permintaan dari China, tingginya stok domestik, dan meningkatnya porsi energi terbarukan dalam bauran listrik negeri tersebut.

Tren ini menahan ruang kenaikan harga dan membuat prospek kinerja emiten batu bara ikut tergerus, sekaligus menurunkan potensi imbal hasil dividen yang selama ini menjadi daya tarik utama bagi investor.

Dalam riset CGS International Sekuritas Indonesia (CGSI) yang terbit pada 24 November 2025, analis mencatat persediaan batu bara di China masih tinggi, mencapai 714 juta ton pada Oktober 2025, jauh di atas rata-rata lima tahunan sebesar 428 juta ton.

Halaman : 1 2 3 4 5 6 7 8
Advertisement
Advertisement