Potensi penurunan produksi juga jadi perhatian, karena dapat mengganggu kontrak jangka panjang, mengurangi pangsa Indonesia di pasar global, serta menekan penerimaan negara.
APBI menegaskan bahwa menjaga keseimbangan pasokan dan permintaan tetap penting. Namun Indonesia, ujar mereka, adalah negara market driven, bukan market maker, sehingga dinamika global harus dipantau dengan cermat.
Isu pertambangan tanpa izin (PETI) kembali mencuat sebagai masalah serius. Aktivitas PETI di sejumlah konsesi menyebabkan kerugian finansial dan lingkungan, sekaligus menggerus penerimaan negara. Praktik pencurian batu bara juga turut menambah beban pelaku usaha legal.
APBI memaparkan pula tantangan spesifik di masing-masing wilayah.
Di Sumatra, pelaku industri menghadapi larangan penggunaan jalan umum bagi truk tambang mulai Januari 2026, jarak tambang yang jauh dari pelabuhan, serta pembatasan jam pelayaran di Sungai Musi.
Pendangkalan Pelabuhan Pulau Baai juga membatasi kapasitas kapal sehingga pengerukan mendesak dilakukan. Masalah PETI turut menjadi isu yang belum tertangani tuntas.