AALI
8250
ABBA
214
ABDA
6025
ABMM
3960
ACES
610
ACST
176
ACST-R
0
ADES
7175
ADHI
715
ADMF
8300
ADMG
167
ADRO
3960
AGAR
292
AGII
2350
AGRO
550
AGRO-R
0
AGRS
90
AHAP
85
AIMS
242
AIMS-W
0
AISA
164
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
1635
AKRA
1350
AKSI
316
ALDO
655
ALKA
290
ALMI
392
ALTO
181
Market Watch
Last updated : 2022/09/30 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
534.58
0.21%
+1.10
IHSG
7040.80
0.07%
+4.60
LQ45
1011.48
0.24%
+2.44
HSI
17222.83
0.33%
+56.96
N225
25937.21
-1.84%
-484.84
NYSE
13608.29
-1.63%
-224.91
Kurs
HKD/IDR 1,939
USD/IDR 15,260
Emas
819,860 / gram

Arab Saudi Siapkan Tingkatkan Produksi, Harga Minyak Dunia Lanjutkan Koreksi

MARKET NEWS
Dinar Fitra Maghiszha
Senin, 15 Agustus 2022 13:57 WIB
Pelemahan ini melanjutkan tren serupa yang terjadi sejak Jumat (12/8/2022), di mana harga minyak untuk kontrak yang sama melemah 1,5 persen.
Arab Saudi Siapkan Tingkatkan Produksi, Harga Minyak Dunia Lanjutkan Koreksi (foto: MNC Media)
Arab Saudi Siapkan Tingkatkan Produksi, Harga Minyak Dunia Lanjutkan Koreksi (foto: MNC Media)

IDXChannel - Harga minyak dunia pada perdagangan sesi pagi waktu Asia, Senin (15/8/2022), terpantau melemah tipis seiring kesiapan perusahaan minyak dunia asal Arab Saudi, Aramco, untuk meningkatkan kapasitas produksinya.

Pada perdagangan hingga pukul 09:50 WIB, harga minyak Brent di Intercontinental Exchange (ICE) untuk kontrak Oktober turun 0,77 persen menuju level US$97,39 per barel. Pelemahan ini melanjutkan tren serupa yang terjadi sejak Jumat (12/8/2022), di mana harga minyak untuk kontrak yang sama melemah 1,5 persen.

Sementara untuk minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) di New York Mercantile Exchange (NYMEX) untuk pengiriman Oktober juga koreksi 0,93 persen menjadi US$90,63 per barel, malanjutkan penurunan 2,4 persen yang terjadi pada sesi sebelumnya.

Turunnya harga di dua pasar benchmark minyak dunia ini terjadi seiring kabar kesiapan Saudi Aramco untuk meningkatkan produksi sementara hingga kapasitas maksimumnya 12 juta barel per hari (bph). Kebijakan ini akan diambil jika diminta oleh pemerintah Arab Saudi, demikian pernyataan Chief Executive Officer (CEO) Saudi Aramco, Amin Nasser, dalam keterangan resminya, Minggu (14/8/2022).

"Kami yakin dengan kemampuan kami untuk meningkatkan hingga 12 juta barel per hari," ujar Nasser, sebagaimana dilansir Reuters, Senin (15/8/2022).

Menurut Nasser, penambahan kapasitas produksi memang dibutuhkan seiring pelonggaran pembatasan COVID-19 China dan juga peningkatan dalam industri penerbangan yang diyakini bakal memicu naiknya permintaan minyak di level global.

Pada pekan ini, pasar menantikan data ekonomi China yang dijadwalkan akan rilis pada Senin (15/8/2022), sebagai sinyal permintaan importir utama minyak mentah dunia. Pasar minyak global juga masih mendapat dukungan sentimen pasokan yang ketat menjelang berlakunya sanksi Uni Eropa terhadap minyak mentah Rusia dan produk olahannya pada musim dingin ini. (TSA)

link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD