IDXChannel - Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Mahendra Siregar mengatakan, pihaknya tengah menyiapkan aturan terkait demutualisasi Bursa Efek Indonesia (BEI). Aturan tersebut ditargetkan rampung pada kuartal I-2026.
Dia menjelaskan, langkah ini merupakan bagian dari transformasi BEI untuk meningkatkan tata kelola agar pengelolaannya lebih profesional, sehingga minim konflik kepentingan. Sebab, demutualisasi tersebut mencakup perubahan struktur kepemilikan saham PT Bursa Efek Indonesia (BEI), yang juga bisa dimiliki oleh publik.
"Berdasarkan diskusi dengan pemerintah, bahwa pemerintah akan menerbitkan peraturan terkait demutualisasi bursa, (tuntas) dalam kuartal I tahun ini," ujarnya dalam konferensi pers di Gedung BEI, Jakarta, Kamis (29/1/2026).
Menurutnya, demutualisasi tidak hanya soal perubahan struktur kepemilikan, tetapi juga merupakan bagian dari komitmen untuk membangun pasar modal yang lebih berintegritas, transparan, dan berstandar internasional. OJK, kata dia, akan mengawal langsung seluruh proses reformasi tersebut agar berjalan efektif dan tepat waktu.
“Ini merupakan bagian dari komitmen untuk memperbaiki tata kelola, meningkatkan transparansi, serta memastikan seluruh proses berjalan sesuai dengan prinsip integritas,” kata Mahendra.
Untuk memastikan kelancaran implementasi, OJK juga melakukan koordinasi intensif dengan seluruh pemangku kepentingan, termasuk pemerintah, pelaku industri, serta lembaga terkait lainnya. Koordinasi ini bertujuan menyamakan persepsi sekaligus menyempurnakan pengaturan dan pelaksanaan yang berlaku saat ini.
Mahendra menambahkan, reformasi regulasi dan kelembagaan pasar modal akan terus dilakukan agar Indonesia mampu memenuhi standar setara internasional, sekaligus memperkuat daya saing BEI di tingkat global.
Sebagai informasi, demutualisasi BEI telah lama dibahas sebagai salah satu agenda besar reformasi pasar modal, seiring meningkatnya kompleksitas transaksi, kebutuhan penguatan tata kelola, serta tuntutan investor terhadap transparansi dan independensi pengelola bursa.
Jika terealisasi, demutualisasi juga membuka peluang bagi BEI untuk menghimpun modal dari publik guna mendukung pengembangan infrastruktur dan layanan perdagangan di masa depan.
(Dhera Arizona)