Masuknya kembali dana asing pada Februari dinilai menjadi indikator awal stabilisasi, seiring tekanan di pasar saham domestik yang mulai mereda. Meski secara month to date Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) masih terkoreksi, arus modal asing yang kembali positif memberikan bantalan terhadap volatilitas.
IHSG ditutup di level 8.235,49 pada 27 Februari 2026, meski masih mencatat koreksi secara bulanan maupun tahunan. Secara month to date IHSG terkoreksi 1,13 persen, sementara secara year to date melemah 4,76 persen.
"Pada Februari 2026, tekanan di pasar saham domestik terpantau mereda. IHSG pada akhir Februari 2026 ditutup pada level 8.235,49 yang tercatat pada tanggal 27 Februari 2026. Ini terkoreksi sebesar 1,13 persen secara month-to-date atau 4,76 persen secara year-to-date," ujar Hasan.
Meski demikian, volatilitas kembali meningkat di awal Maret 2026 seiring eskalasi konflik geopolitik di kawasan Timur Tengah. OJK menegaskan terus melakukan pemantauan ketat terhadap pergerakan pasar.