AALI
9475
ABBA
0
ABDA
7050
ABMM
785
ACES
1455
ACST
282
ACST-R
0
ADES
1670
ADHI
1100
ADMF
8175
ADMG
164
ADRO
1170
AGAR
430
AGII
1080
AGRO
1000
AGRO-R
0
AGRS
302
AHAP
74
AIMS
456
AIMS-W
0
AISA
294
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
496
AKRA
3110
AKSI
800
ALDO
840
ALKA
246
ALMI
250
ALTO
302
Market Watch
Last updated : 2021/04/22 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
476.24
0.22%
+1.05
IHSG
5994.18
0.02%
+0.94
LQ45
893.96
0.13%
+1.17
HSI
28755.34
0.47%
+133.42
N225
29188.17
2.38%
+679.62
NYSE
0.00
-100%
-15944.61
Kurs
HKD/IDR 1,869
USD/IDR 14,515
Emas
835,643 / gram

Bank Pembangunan Daerah Banten (BEKS) Catatkan Rugi Rp308,15 M di 2020

MARKET NEWS
Shifa Nurhaliza
Kamis, 08 April 2021 21:00 WIB
Rugi tersebut meningkat 124% dibandingkan kerugian yang sudah ditanggung pada tahun sebelumnya.
Bank Pembangunan Daerah Banten (BEKS) catatkan rugi Rp308,15 M di 2020. (Foto: MNC Media)

IDXChannel - PT Bank Pembangunan Daerah Banten Tbk (BEKS) mengalami kerugian yang semakin membengkak. Pada tahun 2020, bank berkode saham BEKS ini mencatatkan rugi bersih sebesar Rp308,15 miliar. Rugi tersebut meningkat 124% dibandingkan kerugian yang sudah ditanggung pada tahun sebelumnya. 

Bank Banten hanya mampu membukukan pendapatan bunga bersih sebesar Rp33,74 miliar pada tahun 2020, turun 53,8% dari 71,84 miliar pada tahun 2019. Sementara beban operasional lainnya yang yang mesti ditanggung bank ini sudah mencapai Rp294,6 miliar. Masih harus ditambah lagi dengan penyisihan kerugian penurunan nilai aset yang harus dikeluarkan sebesar Rp23,19 miliar. 

Alhasil, Bank Banten merugi sebesar Rp308,15 miliar. Sementara tahun 2019, kerugian bank ini baru hanya mencapai Rp137,55 miliar. Jika ditilik ke belakang, bank yang dulu bernama PT Bank Pundi Indonesia Tbk sudah merugi sejak tahun 2014 dan kerugiannya meningkat setiap tahunnya. Bahkan setelah diakuisisi Pemerintah Provinsi Banten pada 2016, bank ini tidak pernah mengantongi keuntungan. 

Adapun jumlah aset Bank Banten per akhir 2020 tergerus menjadi Rp5,33 triliun dari Rp8,09 triliun pada tahun 2019. Kreditnya turun dari Rp5,21 triliun menjadi Rp2,96 triliun dan simpanan nasabahnya merosot dari Rp5,5 triliun menjadi Rp2,57 triliun. Kredit bermasalah bank ini juga semakin membengkak. 

Rasio Non Performing Loan (NPL) Bank Banten secara gross mencapai 22,27% pada tahun 2020, melonjak dari 5,01% pada tahun sebelumnya. Sementara NPL secara net ada di level 4,51% atau naik dari 4,01% pada tahun 2019. (TIA)

Rekomendasi Berita
Berita Terkait
link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD