AALI
10025
ABBA
406
ABDA
0
ABMM
1535
ACES
1415
ACST
272
ACST-R
0
ADES
2570
ADHI
1155
ADMF
7950
ADMG
234
ADRO
1735
AGAR
350
AGII
1470
AGRO
2020
AGRO-R
0
AGRS
210
AHAP
65
AIMS
500
AIMS-W
0
AISA
232
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
795
AKRA
4660
AKSI
458
ALDO
720
ALKA
250
ALMI
238
ALTO
300
Market Watch
Last updated : 2021/10/22 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
516.22
0.19%
+0.98
IHSG
6643.74
0.16%
+10.77
LQ45
970.79
0.27%
+2.64
HSI
26126.93
0.42%
+109.40
N225
28804.85
0.34%
+96.27
NYSE
17132.22
0.29%
+49.07
Kurs
HKD/IDR 1,814
USD/IDR 14,120
Emas
813,779 / gram

Bank Sentral China Pangkas Suku Bunga Acuan Kredit 20 BPS

MARKET NEWS
Fahmi Abidin
Senin, 20 April 2020 11:00 WIB
Bank Sentral China memangkas Suku bunga acuan kredit, yang sesuai dengan perkiraan untuk mengurangi beban perusahaan yang terkena dampak Covid-19.
Bank Sentral China Pangkas Suku Bunga Acuan Kredit 20 BPS. (Foto: Ist)
Bank Sentral China Pangkas Suku Bunga Acuan Kredit 20 BPS. (Foto: Ist)

IDXChannel – Bank Sentral China memangkas Suku bunga acuan kredit pada Senin (20/4/2020), hal tersebut sesuai perkiraan untuk mengurangi beban perusahaan dan menopang ekonomi yang terkena dampak penyebaran Covid-19 setelah terkontraksi untuk pertama kali dalam beberapa dekade.

Suku bunga dasar pinjaman satu tahun (Loan Prime Rate/LPR) diturunkan 20 basis poin (bps) menjadi 3,85% dari 4,05% sebelumnya, sedangkan LPR lima tahun dipotong 10 bps menjadi 4,65% dari 4,75%.

Langkah ini adalah pemangkasan kedua untuk suku bunga pinjaman tahun ini dan penurunan terakhir dari salah satu suku bunga acuan China.

Sementara itu, 52 ekonom sudah memperkirakan adanya penurunan suku bunga acuan ini. Mayoritas memang memperkirakan penurunan sebesar 20 basis poin dan sisanya 10 basis poin.

Seperti yang sudah diberitakan sebelumnya bahwa ekonomi China tumbuh negatif pada tiga bulan pertama di 2020. Pada kuartal I-2020 (Januari-Maret), produk domestik bruto (PDB) China tumbuh negatif 6,8% dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Data tersebut menunjukkan pertumbuhan negatif pertama sejak 1990. Para analis memprediksi pertumbuhan ekonomi China minus 8,2%, tetapi hal itu tidak terjadi pada perekonomian China saat ini.

Selain itu, analis juga memprediksi ekonomi China dapat tumbuh 1,7% sepanjang tahun ini. Kebijakan lockdown yang diterapkan pemerintah China untuk mengatasi penyebaran wabah Covid-19 membuat penjualan ritel dan produksi industri tertekan. (*)

link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD