AALI
9650
ABBA
242
ABDA
0
ABMM
2330
ACES
780
ACST
168
ACST-R
0
ADES
7100
ADHI
805
ADMF
8075
ADMG
174
ADRO
2920
AGAR
320
AGII
2080
AGRO
705
AGRO-R
0
AGRS
122
AHAP
57
AIMS
250
AIMS-W
0
AISA
150
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
1530
AKRA
1045
AKSI
298
ALDO
840
ALKA
298
ALMI
306
ALTO
202
Market Watch
Last updated : 2022/06/29 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
535.76
-0.34%
-1.85
IHSG
6981.34
-0.22%
-15.11
LQ45
1004.23
-0.34%
-3.41
HSI
22051.03
-1.64%
-367.94
N225
26718.40
-1.22%
-331.07
NYSE
14667.32
-1.13%
-167.98
Kurs
HKD/IDR 1,889
USD/IDR 14,844
Emas
868,854 / gram

Begini Kronologi The Fed Menaikkan Suku Bunga Acuan 

MARKET NEWS
Tim Litbang MPI
Kamis, 23 Juni 2022 17:50 WIB
The Fed mengumumkan pada 16 Juni 2022 lalu ada kenaikan agresif suku bunga acuan sebesar 75 basis poin atau sebesar 0,75 persen. 
The Fed
The Fed

IDXChannel - The Fed (Bank Sentral Amerika) mengumumkan pada 16 Juni 2022 lalu ada kenaikan agresif suku bunga acuan sebesar 75 basis poin atau sebesar 0,75 persen. 

Hal ini adalah kenaikan paling agresif yang pernah dibuat oleh The Fed sejak November 1994. Forum yang memutuskan kenaikan suku bunga acuan The Fed, FOMC (Federal Open Market Committee), menetapkan suku bunga acuan pinjaman menjadi 1,5-1,75 persen, melonjak dari 0 persen di awal tahun. 

Menurut Gubernur The Fed Jerome Powell, langkah ini penting untuk menurunkan inflasi tinggi yang sedang melanda Amerika Serikat. Selain itu, hal tersebut adalah keinginan The Fed guna memulihkan stabilitas harga. 

Diketahui sebelumnya pada Mei 2022, inflasi Amerika Serikat naik 8,6% secara tahunan yang menjadi tertinggi dalam 41 tahun terakhir. Presiden Amerika Serikat Joe Biden mendukung langkah yang dibuat oleh The Fed serta berharap untuk sukses lantaran ia serta partai pengusungnya harus dapat mengantisipasi kemungkinan kehilangan kendali kongres pada November 2022. 

Kenaikan bunga acuan oleh The Fed telah memberi sinyal kemungkinan terjadinya resesi ekonomi. Diketahui, sekitar 50 negara yang sudah menaikkan bunga acuannya hingga saat ini.

Usai pengumuman The Fed, pasar saham di Asia ditutup bervariasi, di mana para investor gelisah atas keputusan The Fed yang tinggi, melampaui proyeksi sebelumnya. Suku bunga yang tinggi ini berdampak negatif pada saham. Di mana kenaikan suku bunga The Fed ini membuat pinjaman uang lebih mahal. 

Selain saham, obligasi juga sangat sensitif terhadap perubahan suku bunga. Saat The Fed menaikkan suku bunga, harga obligasi akan turun. Hal ini karena obligasi baru akan segera hadir di pasar yang menawarkan pembayaran tingkat bunga yang lebih tinggi kepada investor. 

(NDA) 

link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD