Menurut dia, perpanjangan suspensi ini dilakukan karena saham perseroan telah disuspensi di seluruh pasar dan tercatat pada Papan Pemantauan Khusus lebih dari satu tahun berturut-turut.
Saham ZINC telah disuspensi sejak 2 April 2026 dan tercatat pada Papan Pemantauan Khusus sejak 10 April 2025.
Sedangkan saham POLY terkena suspensi sejak 6 April 2026 dan masuk Papan Pemantauan Khusus sejak 9 April 2025.
Sementara saham BIMA disuspensi di seluruh pasar sejak 19 November 2025 dan berada pada Papan Pemantauan Khusus sejak 9 April 2025.
"Bursa meminta kepada pihak yang berkepentingan untuk selalu memperhatikan keterbukaan informasi yang disampaikan oleh perusahaan tercatat," katanya.
(Dhera Arizona)