Peringatan tersebut sempat memicu aksi jual besar-besaran, yang menghapus sekitar USD120 miliar nilai pasar Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) hingga awal April.
Menjelang tenggat evaluasi Mei, Indonesia telah merampungkan sejumlah reformasi penting di pasar saham.
Di antaranya, peningkatan keterbukaan data pemegang saham serta kenaikan batas minimum saham beredar (free float) menjadi 15 persen, guna memperkuat likuiditas dan menekan potensi manipulasi harga.
Namun, MSCI menyatakan, pada Senin, pihaknya masih meninjau cakupan, konsistensi, dan efektivitas dari sumber data baru serta kebijakan regulator tersebut.
Pembaruan lanjutan dijadwalkan akan disampaikan dalam tinjauan berikutnya pada Juni.