Upaya tersebut mencakup peningkatan transparansi kepemilikan saham, peningkatan kualitas perusahaan tercatat, pendalaman pasar, serta penguatan sinergi antar regulator.
Selain itu, BEI menyiapkan sejumlah strategi pengembangan pasar modal hingga 2030. Salah satunya adalah memperluas akses pasar modal melalui optimalisasi produk dan pengembangan strategi yang lebih tepat untuk setiap segmen investor.
"Kami berharap dengan hal ini kami bisa menambah jumlah investor, mempermudah partisipasi investor dan juga membuat investor ini merasa yakin dan nyaman bertransaksi di pasar modal kita," ungkap Irvan.
BEI juga berupaya memperkuat kolaborasi internasional dengan bursa-bursa di kawasan ASEAN untuk mengembangkan produk investasi dan memperluas jangkauan investor. Salah satu langkah yang telah dilakukan adalah peluncuran depository receipt saham Indonesia di Singapura, serta rencana penerbitan Exchange Traded Fund (ETF) bersama Thailand dan negara lainnya.
Selain itu, BEI berupaya menjadi mitra strategis bagi perusahaan, tidak hanya sebagai tempat pencatatan saham, tetapi juga mendukung pertumbuhan perusahaan melalui program pre-IPO advisory dan penguatan ekosistem pembentukan modal.