Beberapa saham yang masuk dalam daftar tersebut antara lain PT Indo Tambangraya Megah Tbk (ITMG) dengan dividend yield sekitar 10,30 persen, PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI) sebesar 10,20 persen, serta PT AKR Corporindo Tbk (AKRA) dengan yield sekitar 9,55 persen.
Selain itu, saham PT Bukit Asam Tbk (PTBA), PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI), hingga PT Bank CIMB Niaga Tbk (BNGA) juga tercatat menawarkan yield di kisaran 9 persen.
Menurut BRI Danareksa Sekuritas, karakteristik utama dari saham-saham tersebut adalah dividend yield yang tinggi secara trailing, earnings TTM yang masih kuat sehingga dividen dinilai relatif berkelanjutan, serta valuasi yang terdiskon akibat aksi jual masif selama fase market panic.
Dari sisi teknikal, kata BRI Danareksa, minat pasar juga mulai terlihat pada sejumlah saham perbankan besar.
Salah satu contohnya adalah BMRI, di mana pada area harga 4.000-4.200 muncul peningkatan volume transaksi yang disertai rejection candle.