Pola ini mencerminkan mulai masuknya minat beli dan mengindikasikan bahwa level harga tersebut dipandang menarik oleh pelaku pasar.
Kondisi tersebut dinilai selaras dengan ekspektasi dividend yield BMRI yang relatif tinggi, sehingga tekanan jual dapat tertahan meskipun pasar secara umum masih berada dalam fase koreksi.
Rebound saham-saham berkapitalisasi besar pun, baik blue chip tradisional maupun konglomerasi, turut membantu IHSG keluar dari tekanan jual ekstrem di akhir perdagangan Kamis.
Peringatan MSCI
Seperti diketahui, perdagangan saham di BEI sempat dihentikan sementara selama 30 menit dalam dua hari terakhir, yakni pada 28-29 Januari 2026. Langkah tersebut dipicu oleh penurunan tajam IHSG yang anjlok hingga 8 persen pada masing-masing hari perdagangan.
Tekanan di pasar saham domestik meningkat setelah MSCI menyoroti risiko kelayakan investasi (investability) pasar Indonesia, khususnya terkait transparansi struktur kepemilikan dan data free float.