Pada fase tersebut, IHSG bahkan sempat menyentuh level terendah harian di 7.481,99, atau terkoreksi hingga 10,07 persen, sebelum akhirnya memangkas pelemahan hingga penutupan.
Di tengah kondisi pasar yang tertekan, riset BRI Danareksa Sekuritas, pada Kamis (29/1), menilai koreksi tajam justru menciptakan peluang dividend yield play.
Penurunan harga saham yang signifikan membuat imbal hasil dividen secara trailing melonjak, terutama pada emiten dengan kinerja laba yang masih solid.
Dalam kajian tersebut, BRI Danareksa menyoroti sejumlah saham dengan kombinasi dividend yield tinggi dan earnings per share (EPS) atau laba per saham trailing twelve months (TTM) yang kuat.
Saham-saham ini dinilai berpotensi memberikan arus kas (cashflow) yang menarik sekaligus bersifat relatif defensif di tengah ketidakpastian pasar.