MSCI bahkan membuka kemungkinan penurunan bobot saham Indonesia di indeks pasar berkembang, hingga risiko penurunan status menjadi frontier market apabila tidak ada perbaikan signifikan hingga Mei mendatang.
Langkah OJK-SRO
Kabar teranyar, OJK dan SRO menyiapkan sejumlah langkah untuk merespons pengumuman MSCI yang menyoroti kekhawatiran terkait aspek investability tersebut.
“Kami, OJK menerima penjelasan itu sebagai masukan yang baik, karena kami melihat lembaga itu tetap ingin memasukkan saham-saham emiten dari Indonesia dalam indeks global," kata Ketua Dewan Komisioner OJK Mahendra Siregar dalam konferensi pers bersama OJK dan SRO terkait Keputusan MSCI di BEI, Jakarta, Kamis (29/1/2026).
Mahendra menyampaikan, SRO telah mempublikasikan sekaligus menyerahkan data kepemilikan saham emiten yang lebih rinci kepada MSCI.
Proses penyesuaian masih akan terus berjalan, sejalan dengan evaluasi dan respons MSCI terhadap data tersebut, hingga dapat diterima sepenuhnya.