AALI
9350
ABBA
278
ABDA
0
ABMM
2500
ACES
720
ACST
169
ACST-R
0
ADES
6175
ADHI
745
ADMF
8125
ADMG
173
ADRO
3140
AGAR
314
AGII
2340
AGRO
845
AGRO-R
0
AGRS
116
AHAP
83
AIMS
246
AIMS-W
0
AISA
151
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
1545
AKRA
1180
AKSI
270
ALDO
775
ALKA
292
ALMI
0
ALTO
193
Market Watch
Last updated : 2022/08/10 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
536.47
-0.12%
-0.62
IHSG
7086.24
-0.23%
-16.64
LQ45
1007.80
-0.09%
-0.91
HSI
19610.84
-1.96%
-392.60
N225
27819.33
-0.65%
-180.63
NYSE
0.00
-100%
-15305.80
Kurs
HKD/IDR 195
USD/IDR 14,872
Emas
856,617 / gram

Berebut Sengatan Cuan dari Bisnis Kendaraan Listrik

MARKET NEWS
Melati Kristina - Riset
Sabtu, 25 Juni 2022 18:30 WIB
Ramai-ramai terjun di industri kendaraan listrik, sejumlah emiten dari produsen hingga baterai kendaraan listrik mengembangkan ekosistem industri ini.
Berebut Sengatan Cuan dari Bisnis Kendaraan Listrik. (Foto: MNC Media)
Berebut Sengatan Cuan dari Bisnis Kendaraan Listrik. (Foto: MNC Media)

IDXChannel - Pasar kendaraan listrik, khususnya mobil, mulai tumbuh. Data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) mengungkapkan, per Januari-April 2022, mobil listrik sudah terjual sebanyak 1.020 unit.

Adapun sejak tiga tahun lalu, pemerintah sudah mempersiapkan kebijakan mengenai pengembangan industri otomotif berbasis baterai. Kebijakan tersebut tertuang dalam Perpres No. 55/2019.

Perpres tentang Percepatan Program Kendaraan Bermotor Listrik Berbasis Baterai untuk Transportasi Jalan tersebut menjadi landasan bagi pelaku industri otomotif untuk mengembangkan kendaraan listrik.

Sejurus dengan percepatan program kendaraan listrik, sejumlah emiten berbondong-bondong mengembangkan sayapnya di industri ini. Salah satunya adalah PT Wijaya Karya Tbk (WIKA) yang menguasai kepemilikan produsen motor listrik lokal, Gesits.

Anak usaha WIKA, PT Wijaya Karya Industri dan Konstruksi (WIKON),  mengambil 10,66 persen saham produsen motor listrik PT Gesits Technologies Indo (GTI) dari PT WIKA Industri Manufaktur (WIMA). Adapun nilai yang diambil alih setara 6.800 saham dengan nilai transaksi mencapi Rp36,50 miliar.

Sebagai informasi, motor listrik nasional dengan nama Gesits, merupakan proyek kerja sama yang melibatkan konsorium penelitian perguruan tinggi serta pihak industri dari BUMN maupun swasta.

Selain WIKA, PT Gaya Abadi Sempurna Tbk (SLIS) juga sudah memproduksi sepeda listrik dan motor listrik. Emiten produsen barang elektronik seperti lampu dan kipas angin tersebut fokus pada perakitan kendaraan listrik baik motor maupun sepeda listrik.

Di segmen sepeda listrik, produk unggulan emiten ini adalah E-moped yang dapat digunakan untuk keperluan sehari-hari serta E-bike untuk penggemar sepeda gunung.

Selain itu, SLIS juga memiliki motor listrik, E-Motor yang tampilannya seperti motor matic. SLIS juga memiliki kendaraan listrik lainnya bernama SPV dan scooter.

PT TBS Energi Utama Tbk atau TOBA juga masuk ke dalam industri kendaraan listrik. Emiten batu bara tersebut membentuk perusahaan patungan dengan Gojek terkait pengembangan bisnis sepeda motor listrik di Tanah Air pada November tahun lalu.

Melalui anak usahanya, PT Karya Baru TBS, emiten ini telah menandatangani akta pendirian PT Energi Kreasi Bersama – perusahaan patungan perseroan terbatas – dengan PT Rekan Anak Bangsa. Sementara modal yang disetor pada PT Energi Kreasi Bersama senilai Rp71,75 miliar.

Ke depannya, perusahaan ini akan bergerak dalam bidang perakitan sepeda motor, perdagangan sepeda motor, reparasi dan perawatan sepeda motor, hingga pembiayaan dan perakitan baterai untuk kendaraan bermotor. Perusahaan ini juga menjadi penyedia stasiun penukaran baterai kendaraan listrik umum.

Terakhir, PT NFC Indonesia Tbk (NFCX) yang merupakan anak usaha dari PT M Cash Integrasi Tbk (MCAS) menjalin kerja sama dengan perusahaan layanan kurir PT SiCepat Eskpres Indonesia menjajaki bisnis kendaraan listrik. Kedua emiten tersebut membentuk perusahaan patungan bernama PT Energi Selalu Baru (ESB).

Per 9 Juli 2021, sebagaimana dikutip dari keterbukaan informasi, ESB berfokus pada distribusi motor listrik, penukaran baterai, dan berbagai layanan pendukungnya.

Sementara anak usaha NFCX, yakni PT Digital Mediatama Maxima Tbk (DMMX) bersama PT Telefast Indonesia Tbk (TFAS) – penyedia solusi sumber daya manusia (SDM) dan logistik – tercatat sebagai pemilik saham minoritas di ESB.

Baik DMMX maupun TFAS akan fokus menyediakan dukungan komersial, infrastruktur, hingga ekosistem untuk ESB.

Halaman : 1 2
link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD