AALI
10000
ABBA
212
ABDA
0
ABMM
825
ACES
1425
ACST
254
ACST-R
0
ADES
1640
ADHI
1050
ADMF
8000
ADMG
162
ADRO
1185
AGAR
414
AGII
1035
AGRO
880
AGRO-R
0
AGRS
545
AHAP
68
AIMS
510
AIMS-W
0
AISA
256
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
560
AKRA
3130
AKSI
755
ALDO
815
ALKA
240
ALMI
236
ALTO
326
Market Watch
Last updated : 2021/05/17 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
462.85
-1.35%
-6.35
IHSG
5833.86
-1.76%
-104.49
LQ45
869.49
-1.52%
-13.44
HSI
28194.09
0.59%
+166.49
N225
27824.83
-0.92%
-259.64
NYSE
16415.36
1.45%
+233.76
Kurs
HKD/IDR 1,836
USD/IDR 14,280
Emas
850,841 / gram

Berkaca Kasus Kaesang, BEI Dirikan Program Influencer Incubator

MARKET NEWS
Shifa Nurhaliza
Rabu, 24 Februari 2021 09:45 WIB
Influencer Incubator ini akan diisi oleh para influencer, mereka nantinya bertugas menyampaikan edukasi dan meningkatkan literasi serta inklusi pasar modal.
BEI Dirikan Program Influencer Incubator. (Foto: MNC Media)

IDXChannel - Guna mencegah terulang kembali aksi pom pom saham yang meng-“endorse” saham salah satu perusahaan di Jawa Timur oleh putra bungsu Presiden Joko Widodo, Kaesang Pangarep, Bursa Efek Indonesia (BEI) membuat program Influencer Incubator.

Influencer Incubator ini akan diisi oleh para influencer, mereka nantinya akan diberikan tugas untuk menyampaikan pesan edukasi dan meningkatkan literasi serta inklusi yang positif terkait industri pasar modal. Hal ini dilakukan untuk meminimalisir terjadinya aksi pom-pom yang dilakukan oleh para influence.

Dikutip program News Screen Morning IDX Channel, Rabu (24/2/2021), kehadiran para influencer saham tidak menutup memberikan dampak yang positif terhadap industri pasar modal dalam negeri.

Namun BEI juga mengingatkan agar para penggiat sosial media untuk bisa mengetahui manfaat dan resiko dari berbagai produk investasi yang ada di pasar modal.

Direktur Pengembangan Perusahaan Bursa Efek Indonesia Hasan Fauzi mengungkapkan, di dalam program incubator tersebut nantinya para influencer ini akan diklasifikasikan berdasarkan jumlah followers atau pengikutnya.

Hasan pun menyebut klasifikasi yang dilakukan BEI terdiri dari tiga kategori yakni Nano, Micro, dan Mega. 

Seperti diketahui, putera Presiden Joko Widodo (Jokowi) sempat menjadi sorotan setelah memberikan rekomendasi saham atau pompom saham di akun sosial media pribadinya. Emiten yang ia “endorse” sekarang adalah PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Timur Tbk (BJTM).

Dalam akun Twitter pribadi milik Kaesang Pangarep, diungkapkannya bahwa perusahaan berkode emiten BJTM itu valuasinya masih murah.

Kaesang terlihat tidak memerhatikan Undang-Undang Pasar Modal No 8 Tahun 1995 untuk tidak memberikan rekomendasi saham atau emiten tertentu kepada publik. Bahkan dengan lantang Kaesang menasbihkan diri sebagai aliran SANGMOLOGY yang menilai BJTM memiliki potensi mencapai harga Rp1.000.

Ditegaskan Kaesang, hal yang ia lakukan tersebut sebagai bentuk dukungan kepada salah satu emiten. "Hanya referensi, bukan perintah untuk jual ato beli," katanya.

Melihat cuplikan wawancara dengan Direktur Pengembangan Bursa Efek Indonesia (BEI) di Program Market Review IDX Channel, sejatinya jika mengajak dan mengajarkan masyarakat untuk sadar berinvestasi saham di Pasar Modal itu bagus.

“Namun mengajak dan merekomendasikan untuk membeli saham tertentu apalagi hanya menyebutkan kode saham tanpa ada analisa, ini yang tidak benar. Itu bisa mengarah pada pelanggaran manipulasi harga atau juga insider trading,” jelas Hasan. (TYO)

link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD