AALI
9625
ABBA
242
ABDA
0
ABMM
2330
ACES
785
ACST
168
ACST-R
0
ADES
7025
ADHI
805
ADMF
8075
ADMG
174
ADRO
2930
AGAR
322
AGII
2080
AGRO
700
AGRO-R
0
AGRS
122
AHAP
57
AIMS
250
AIMS-W
0
AISA
150
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
1530
AKRA
1045
AKSI
300
ALDO
840
ALKA
298
ALMI
0
ALTO
206
Market Watch
Last updated : 2022/06/29 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
536.06
-0.29%
-1.55
IHSG
6982.30
-0.2%
-14.16
LQ45
1004.76
-0.29%
-2.88
HSI
22051.03
-1.64%
-367.94
N225
26718.40
-1.22%
-331.07
NYSE
14667.32
-1.13%
-167.98
Kurs
HKD/IDR 1,889
USD/IDR 14,844
Emas
868,854 / gram

BI Tahan Suku Bunga Lagi, IHSG Langsung Balik Arah ke Zona Hijau

MARKET NEWS
Aldo Fernando - Riset
Kamis, 23 Juni 2022 14:37 WIB
Investor langsung merespons positif keputusan Bank Indoneasia (BI) yang tetap mempertahkan suku bunga acuan 3,50% pada siang ini.
BI Tahan Suku Bunga Lagi, IHSG Langsung Balik Arah ke Zona Hijau
BI Tahan Suku Bunga Lagi, IHSG Langsung Balik Arah ke Zona Hijau

IDXChannel – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berbalik arah sekitar setengah jam sebelum penutupan perdagangan hari ini, Kamis (23/6/2022). Investor langsung merespons positif keputusan Bank Indoneasia (BI) yang tetap mempertahkan suku bunga acuan 3,50% pada siang ini.

Menurut data Bursa Efek Indonesia (BEI), pukul 14.27 WIB, IHSG naik 0,19% ke 7.001,47, setelah seharian berada di zona merah. Per pukul 14.15 WIB, misalnya, sebelum pengumuman BI, IHSG masih melemah berada di level 6.977.

Sebagai informasi, IHSG dibuka ditutup di 6.984 pada Rabu kemarin (22/6).

Nilai transaksi bursa mencapai Rp12,72 triliun dengan volume mencapai 21,89 miliar saham.

Hari ini, investor asing masih melakukan aksi jual bersih Rp113,67 miliar di pasar reguler, melanjutkan tren selama 4 hari sebelumnya.

Sebelumnya, berdasarkan Rapat Dewan Gubernur (RDG) BI pada 22-23 Juni 2022 memutuskan untuk mempertahankan BI 7-Day Reverse Repo Rate (BI7DRR) sebesar 3,50%, suku bunga Deposit Facility sebesar 2,75%, dan suku bunga Lending Facility  sebesar 4,25%.

Gubernur BI Perry Warjiyo mengatakan, keputusan ini sejalan dengan perlunya pengendalian inflasi dan menjaga stabilitas nilai tukar rupiah.

"Serta tetap mendorong pertumbuhan ekonomi, di tengah tingginya tekanan eksternal terkait dengan ketegangan geopolitik Rusia-Ukraina serta percepatan normalisasi kebijakan moneter di berbagai negara maju dan berkembang," kata Perry secara virtual, Kamis (23/6/2022).

Sejalan dengan hal tersebut, Bank Indonesia pun menempuh penguatan bauran kebijakan seperti memperkuat kebijakan nilai tukar Rupiah untuk menjaga stabilitas nilai tukar yang sejalan dengan mekanisme pasar dan fundamental ekonomi.

"Melanjutkan kebijakan transparansi suku bunga dasar kredit (SBDK) dengan pendalaman pada suku bunga kredit sektor prioritas," ucap dia. (ADF)

link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD