AALI
10025
ABBA
406
ABDA
0
ABMM
1535
ACES
1415
ACST
272
ACST-R
0
ADES
2570
ADHI
1155
ADMF
7950
ADMG
234
ADRO
1735
AGAR
350
AGII
1470
AGRO
2020
AGRO-R
0
AGRS
210
AHAP
65
AIMS
500
AIMS-W
0
AISA
232
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
795
AKRA
4660
AKSI
458
ALDO
720
ALKA
250
ALMI
238
ALTO
300
Market Watch
Last updated : 2021/10/22 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
516.22
0.19%
+0.98
IHSG
6643.74
0.16%
+10.77
LQ45
970.79
0.27%
+2.64
HSI
26126.93
0.42%
+109.40
N225
28804.85
0.34%
+96.27
NYSE
17083.15
-0.09%
-16.06
Kurs
HKD/IDR 1,814
USD/IDR 14,120
Emas
814,092 / gram

Bioskop Boleh Buka, Saham BLTZ Melesat 20 Persen

MARKET NEWS
Dinar Fitra Maghiszha
Selasa, 21 September 2021 15:02 WIB
Pergerakan saham PT Graha Layar Prima Tbk (BLTZ) emiten bioskop langsung terbang tinggi lebih dari 20 persen pada perdagangan hari ini.
Bioskop Boleh Buka, Saham BLTZ Melesat 20 Persen (FOTO: MNC Media)

IDXChannel - Pasca dizinkannya kembali bioskop dibuka, membuat pergerakan saham PT Graha Layar Prima Tbk (BLTZ) emiten bioskop langsung terbang tinggi lebih dari 20 persen pada perdagangan hari ini, Selasa (21/9/2021).

Berdasarkan pantauan di pasar modal hingga pukul 13:41 WIB, BLTZ berada di level 3.960,menguat (23.75 persen).

Dibuka di level 3.220, BLTZ pada awalnya bergerak datar dan menguat tipis. Namun, jelang penutupan sesi pertama, BLTZ langsung meroket dan sempat menyentuh auto rejection atas (ARA) hingga di level 4.000.

Punya market-caps Rp3,46 triliun, porsi pembelian BLTZ masih terbilang relatif sedikit dengan hanya sebesar 2 ribu lembar saham dengan nilai mencapai Rp6,93 juta (per pukul 13:46 WIB).

Menilik kinerjanya, BLTZ sudah berada di jalur hijau selama sepekan terakhir sebesar 24,92 persen, dengan perhitungan year to date mencapai 32,44 persen.

Dalam enam bulan terakhir, emiten pengelola bioskop CGV ini telah moncer 58,40 persen.

Perseroan menegaskan telah membuka total 43 bioskop per tanggal 17 September 2021.

"Perseroan berharap dengan pembukaan kembali bioskop, maka bisa menggairahkan kembali aktivitas rumah produksi (production house) dalam memproduksi dan merilis film-film nasional; membantu memulihkan ekonomi di sektor industri kreatif lainnya; membuka kembali peluang lapangan kerja di sekitar bioskop CGV beroperasi; dan masyarakat bisa kembali menonton di bioskop dengan aman dan nyaman dengan menerapkan protokol kesehatan yang ketat," tulis keterangan manajemen BLTZ dikutip, Senin (20/9/2021).

Berdasarkan laporan keuangannya sepanjang semester I-2021, BLTZ masih berada dalam fase pemulihannya semenjak ditutup karena pembatasan mobilitas. Adapun pendapatan perseroan turun hingga 58,01 persen mencapai Rp98,17 miliar.

Jika dihitung sejak awal pandemi di mana bioskop CGV hanya dibuka di awal tahun lalu ditutup setelahnya dan dibuka terbatas pada akhir tahun, tercatat kerugian BLTZ mencapai Rp445,83 miliar.

Kondisi pandemi memperburuk bisnis perseroan, dibandingkan sebelumnya yang membukukan laba bersih sebanyak Rp83,34 miliar, selama 2019.

Saat ini perseroan tengah berusaha untuk memulihkan kembali kinerjanya di tengah pelonggaran pembatasan.

Pembukaan kembali bioskop CGV, membuat BLTZ telah menyiapkan sejumlah protokol kesehatan di lokasi agar pengunjung bisa mentaati aturan tersebut.

Pengunjung juga diwajibkan menggunakan aplikasi PeduliLindungi sebagai syarat akses masuk bioskop. (RAMA)

Rekomendasi Berita
Berita Terkait
link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD