AALI
9950
ABBA
408
ABDA
0
ABMM
1560
ACES
1260
ACST
240
ACST-R
0
ADES
2990
ADHI
1075
ADMF
7800
ADMG
202
ADRO
1935
AGAR
328
AGII
1475
AGRO
2230
AGRO-R
0
AGRS
186
AHAP
73
AIMS
432
AIMS-W
0
AISA
206
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
1080
AKRA
4330
AKSI
400
ALDO
860
ALKA
238
ALMI
248
ALTO
280
Market Watch
Last updated : 2021/12/09 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
509.28
0.9%
+4.55
IHSG
6643.93
0.61%
+40.13
LQ45
952.51
0.73%
+6.92
HSI
24254.86
1.08%
+257.99
N225
28725.47
-0.47%
-135.15
NYSE
16899.92
0.28%
+46.35
Kurs
HKD/IDR 1,837
USD/IDR 14,345
Emas
823,818 / gram

Bioskop Kembali Dibuka, Ini Strategi Sandiaga Uno untuk Pulihkan Perfilman 

ECONOMICS
Novi Fauziah
Senin, 20 September 2021 21:40 WIB
Setelah bioskop kembali dibuka, Menparekraf Sandiaga Uno menyebut pemerintah pro-aktif untuk terus membangkitkan kembali industri kreatif, termasuk perfilman.
Bioskop Kembali Dibuka, Ini Strategi Sandiaga Uno untuk Pulihkan Perfilman  (Dok.MNC Media)
Bioskop Kembali Dibuka, Ini Strategi Sandiaga Uno untuk Pulihkan Perfilman  (Dok.MNC Media)

IDXChannel - Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Salahuddin Uno mengatakan, sejak 16 September 2021 lalu, pemerintah memperbolehkan dibukanya bioskop untuk daerah Pulau Jawa dan Bali. 

Lebih lanjut, pemerintah pro-aktif untuk terus membangkitkan kembali industri kreatif tanah air. Terlebih di masa pandemi, semua sektor didorong untuk lebih kreatif, sehingga menciptakan lapangan kerja di pariwisata dan ekonomi kreatif (parekraf).

"Khususnya pada subsektor film melalui Program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) Subsektor Film," katanya dalam Weekly Press Briefing secara virtual Senin (30/9/21).

Berikut ini adalah beberapa langkah untuk membangkitkan kembali sektor kreatif, khususnya di subsektor perfilman ketika masih di masa pandemi.

a) Skema Promosi

Bertujuan untuk meningkatkan awareness masyarakat untuk tetap mendukung kemajuan dan pengembangan industri perfilman indonesia melalui kegiatan promosi film-film Indonesia terpilih yang akan tayang (Film Siap Tayang) di media penayangan multiplatform legal.

b) Skema Pembelian Lisensi Film (Film Rights) oleh negara

Bertujuan untuk memberikan apresiasi bagi pemilik film Indonesia dan meningkatkan ketersediaan film berkualitas dalam rangka memenuhi kebutuhan film di ruang-ruang publik berdasarkan program pemerintah.

"Pemberian Lisensi Film (Film Rights) ditujukan untuk film panjang bioskop,film dokumenter 
panjang, dan film pendek (dokumenter, live action atau animasi)" tuturnya.

c) Skema Produksi film pendek untuk komunitas film daerah. 

Bertujuan untuk menggerakkan roda perekonomian dan menghidupkan kembali industri perfilman Indonesia, dengan mendorong rumah produksi perfilman untuk memproduksi film-film baru yang dapat ditayangkan melalui media penayangan multiplatform legal.

"Sehingga penyerapan tenaga kerja di industri perfilman dapat terjadi dan siklus produksi film dapat berjalan kembali," pungkasnya.

(IND) 

link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD