AALI
8525
ABBA
580
ABDA
0
ABMM
1480
ACES
1350
ACST
250
ACST-R
0
ADES
2940
ADHI
880
ADMF
7675
ADMG
220
ADRO
1335
AGAR
370
AGII
1300
AGRO
2390
AGRO-R
0
AGRS
254
AHAP
63
AIMS
344
AIMS-W
0
AISA
206
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
590
AKRA
3880
AKSI
430
ALDO
720
ALKA
238
ALMI
242
ALTO
322
Market Watch
Last updated : 2021/09/17 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
459.02
0.03%
+0.16
IHSG
6133.25
0.38%
+23.30
LQ45
862.44
-0.03%
-0.26
HSI
24920.76
1.03%
+252.91
N225
30500.05
0.58%
+176.71
NYSE
16576.77
-0.3%
-50.11
Kurs
HKD/IDR 1,825
USD/IDR 14,220
Emas
805,205 / gram

Bioskop Sudah Boleh Buka, Saham BLTZ dan FILM Malah Amblas

MARKET NEWS
Dinar Fitra Maghiszha
Selasa, 14 September 2021 14:08 WIB
Meski sudah diperbolehkan untuk beroperasi kembali, namun pergerakan saham emiten pengeloa bioskop justru bergerak sebaliknya.
Bioskop Sudah Boleh Buka, Saham BLTZ dan FILM Malah Amblas. (Foto: MNC Media)

IDXChannel - Meski pemerintah sudah membolehkan kembali pembukaan bioskop untuk pertama kalinya sejak pandemi, namun pergerakan saham pengelolanya justru berbanding terbalik. Emiten dua pengelola bioskop justru mengalami koreksi.

Pada sesi pertama, PT Graha Layar Prima Tbk (BLTZ) ditutup mendekati auto rejection bawah (ARB). Saham mengalami anjlok sebanyak 210 poin (-6,21%) di 3170.

Kondisi yang tidak likuid ini terbukti dengan masuknya investor yang relatif sedikit senilai Rp8,39 juta dari 2,6 ribu lembar saham. 

Mengacu laporan keuangan BLTZ, perusahaan ini masih menanggung imbas kebijakan pembatasan sosial yang mengalami kerugian Rp168 miliar pada semester I-2021, relatif sedikit membaik dari periode tahun lalu sebanyak Rp185 miliar. 

Kondisi demikian membuat pergerakan BLTZ dari valuasi setahun mengalami penurunan (-11,94%). Melalui kacamata itungan sepekan juga sama (-8,38%), sebulan (-17,66%), dan tiga bulan (-4,80%). Namun, secara year to date masih ada harapan positif (6,02%). 

Sementara itu, emiten produsen film PT MD Pictures Tbk (FILM) terpantau ikut terkoreksi. FILM sempat merangsek naik pada pukul 09:00 - 11:00 WIB, tetapi hilang kendali lalu jatuh jelang penutupan sesi pertama, turun (-1,63%) di level 362. 

Menilik laporan keuangan FILM, Dirut Manoj Punjabi melaporkan bahwa sepanjang semester I-2021, penjualan perseroan justru naik Rp126,4 miliar, tumbuh 123% dibandingkan periode tahun sebelumnya. 

Hal tersebut didorong pendapatan dari diversifikasi bisnis film melalui kerja sama layanan streaming, seperti WeTV, Iflix, Netflix, Vidio, Disney+Hotstar, Migo dan Maxstream. (TYO)

Rekomendasi Berita
Berita Terkait
link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD