Menurut Rizal, besarnya kontribusi waste management dapat memberikan karakter pendapatan yang berbeda bagi TOBA dibandingkan ketika perseroan lebih bergantung pada pergerakan harga komoditas.
“Pengelolaan limbah pada dasarnya memiliki potensi recurring income yang lebih kuat karena kebutuhan terhadap layanan tersebut bersifat berkelanjutan. Bagi TOBA, semakin besarnya skala bisnis ini dapat membantu membangun earnings yang lebih stabil dan mengurangi sensitivitas terhadap siklus komoditas,” imbuh dia.
Pada saat yang sama, bisnis kendaraan listrik juga mulai menjadi bagian dari pertumbuhan bisnis non-batu bara TOBA. Pendapatan Electrum meningkat 184 persen secara tahunan menjadi USD9,1 juta pada semester I-2026.
Segmen tersebut juga menunjukkan perbaikan profitabilitas. Laba kotor berbalik menjadi positif sebesar USD0,4 juta dari rugi USD0,5 juta pada periode yang sama tahun lalu, sementara EBITDA berubah menjadi positif USD0,5 juta.
Skala ekosistem Electrum kini mencakup hampir 14.000 sepeda motor listrik dan sekitar 550 Battery Swapping Station.