AALI
10025
ABBA
406
ABDA
0
ABMM
1535
ACES
1415
ACST
272
ACST-R
0
ADES
2570
ADHI
1155
ADMF
7950
ADMG
234
ADRO
1735
AGAR
350
AGII
1470
AGRO
2020
AGRO-R
0
AGRS
210
AHAP
65
AIMS
500
AIMS-W
0
AISA
232
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
795
AKRA
4660
AKSI
458
ALDO
720
ALKA
250
ALMI
238
ALTO
300
Market Watch
Last updated : 2021/10/22 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
516.22
0.19%
+0.98
IHSG
6643.74
0.16%
+10.77
LQ45
970.79
0.27%
+2.64
HSI
26126.93
0.42%
+109.40
N225
28804.85
0.34%
+96.27
NYSE
17083.15
-0.09%
-16.06
Kurs
HKD/IDR 1,814
USD/IDR 14,120
Emas
814,092 / gram

Blibli Berpotensi Lakukan Backdoor Listing Melalui RANC, Ini Respon BEI

MARKET NEWS
Aditya Pratama/iNews
Jum'at, 17 September 2021 17:53 WIB
Bursa Efek Indonesia memberikan tanggapan terkait rencana pengambilalihan 51 persen saham PT Supra Boga Lestari Tbk (RANC) oleh PT Global Digital Niaga.
Bursa Efek Indonesia memberikan tanggapan terkait rencana pengambilalihan 51 persen saham RANC oleh PT Global Digital Niaga. (Foto: MNC Media)

IDXChannel - PT Bursa Efek Indonesia (BEI) memberikan tanggapan terkait rencana pengambilalihan 51 persen saham PT Supra Boga Lestari Tbk (RANC) yang merupakan pengelola Ranch Market oleh PT Global Digital Niaga atau dikenal dengan perusahaan e-commerce Blibli.

Dengan adanya aksi korporasi tersebut, dimungkinkan Blibli akan melakukan backdoor listing atau menjadi pengendali perusahaan terbuka tanpa melalui penawaran umum perdana saham atau Initial Public Offering (IPO) di Bursa.

Direktur Penilaian Perusahaan BEI, I Gede Nyoman Yetna mengatakan, terkait dengan adanya informasi rencana Blibli untuk melakukan pengambilalihan atas perusahaan tercatat, pihaknya percaya bahwa hal tersebut merupakan keputusan bisnis para pihak yang tentunya sudah melewati pertimbangan matang.

"Harapan kami tentunya, corporate action tersebut dapat memberi dampak baik bagi peningkatan value perusahaan dan juga bagi perkembangan pasar modal Indonesia," ujar Nyoman dalam keterangan tertulis, Jumat (17/9/2021).

Nyoman menambahkan,  BEI tidak mengatur secara khusus mengenai backdoor listing. Namun, suatu Perusahaan Terbuka dapat diambil alih oleh perusahaan lain dan dalam rangka pengambilalihan Perusahaan Tercatat tersebut perlu diperhatikan ketentuan yang terkait.

"Mengacu pada POJK No.9/POJK.04/2018 tentang Pengambilalihan Perusahaan Terbuka, Pengendali adalah pihak yang baik langsung maupun tidak langsung memiliki lebih dari 50 persen saham perusahaan atau mempunyai kemampuan untuk menentukan, baik langsung maupun tidak langsung dengan cara apapun pengelolaan dan/atau kebijakan perusahaan. Sementara pengambilalihan adalah tindakan baik langsung maupun tidak langsung yang mengakibatkan perubahan pengendali," kata dia.

Dikabarkan sebelumnya, PT Global Digital Niaga telah melakukan penandatanganan Perjanjian Pengikatan Pembelian Saham (PPPS) sehubungan dengan rencana pengambilalihan saham PT Supra Boga Lestari Tbk (RANC).

Dikutip dari keterbukaan informasi BEI, penandatanganan tersebut dilakukan antara Global Digital Niaga dengan para pemegang saham RANC yaitu PT Wijaya Sumber Sejahtera, PT Prima Rasa Inti, PT Gunaprima Karyaperkasa, PT Ekaputri Mandiri, David Kusumodjojo, Suharno Kusumodjojo, dan Harman Siswanto.

Adapun jumlah perkiraan saham yang akan dibeli oleh Global Digital Niaga sebesar 797.888.628 saham atau mewakili sekurang-kurangnya 51 persen dari total modal ditempatkan dan modal disetor Perseroan yang dimiliki oleh para penjual. (TIA)

Rekomendasi Berita
Berita Terkait
link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD