AALI
9750
ABBA
226
ABDA
0
ABMM
780
ACES
1470
ACST
290
ACST-R
0
ADES
1675
ADHI
1175
ADMF
8075
ADMG
167
ADRO
1185
AGAR
428
AGII
1110
AGRO
940
AGRO-R
0
AGRS
456
AHAP
71
AIMS
530
AIMS-W
0
AISA
280
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
590
AKRA
3370
AKSI
785
ALDO
890
ALKA
254
ALMI
236
ALTO
320
Market Watch
Last updated : 2021/05/06 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
472.68
-0.2%
-0.95
IHSG
5970.24
-0.09%
-5.67
LQ45
888.95
-0.17%
-1.47
HSI
28637.46
0.77%
+219.46
N225
29331.37
1.8%
+518.74
NYSE
16348.41
0.36%
+59.14
Kurs
HKD/IDR 1,841
USD/IDR 14,315
Emas
824,769 / gram

BNPB Sebut 700 Ribu APD Telah Didistribusikan ke Seluruh Provinsi

MARKET NEWS
Shifa Nurhaliza
Selasa, 14 April 2020 13:45 WIB
Kepala BNPB, Doni Monardo menyampaikan bahwa sebanyak hampir 700 ribu Alat Pelindung Diri (APD) telah didistribusikan ke seluruh provinsi, kabupaten, dan kota.
BNPB Sebut 700 Ribu APD Telah Didistribusikan ke Seluruh Provinsi. (Foto: Ist)

IDXChannel – Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Doni Monardo, selaku Gugus Tugas Covid-19 menyampaikan bahwa sebanyak hampir 700 ribu Alat Pelindung Diri (APD) telah didistribusikan ke seluruh provinsi, kabupaten dan kota.

Total APD yang telah di distribusikan mencapai 690.000 pieces juga telah distribusikan ke sejumlah asosiasi atau perhimpunan dan perkumpulan dokter selain dokter yang menangani kasus Covid-19.

“Ini akan kami tingkatkan terus, akan kami tambah terus supaya kebutuhan APD di daerah, terutama di rumah sakit menjadi modal dasar, menjadi (dukungan) moril bagi seluruh tenaga kesehatan terutama dokter dan perawat serta juga masyarakat lainnya,” pungkas Kepala BNPB, pada Senin (13/4/2020).

Doni berharap seluruh dokter praktik, terutama di daerah yang memiliki kasus positif Covid-19 harus menggunakan APD demi melindungi tenaga dokter Indonesia.

Dilansir dari laman Sekretariat Kabinet RI, Selasa (14/4/2020), untuk alat bantu pernafasan atau Ventilator Kepala BNPB akan terus berupaya meningkatkan kemampuan produksi ventilator dalam negeri.

“Karena untuk mendatangkan ventilator dari luar negeri juga tidaklah mudah karena sebagian besar negara hari ini sangat membutuhkan ventilator,” jelas Doni.

Ia juga mengharapkan kerja sama dengan berbagai macam perguruan tinggi, para periset, termasuk juga swasta dan juga Badan Riset dan Inovasi Nasional bisa membantu memberikan dukungan ketersediaan ventilator. (*)

Rekomendasi Berita
Berita Terkait
link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD