AALI
9725
ABBA
394
ABDA
0
ABMM
1420
ACES
1220
ACST
232
ACST-R
0
ADES
3000
ADHI
1025
ADMF
7725
ADMG
198
ADRO
1815
AGAR
330
AGII
1505
AGRO
1925
AGRO-R
0
AGRS
176
AHAP
81
AIMS
456
AIMS-W
0
AISA
206
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
920
AKRA
4190
AKSI
424
ALDO
1035
ALKA
244
ALMI
250
ALTO
272
Market Watch
Last updated : 2021/12/03 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
501.87
-1.3%
-6.63
IHSG
6538.51
-0.69%
-45.31
LQ45
938.93
-1.11%
-10.56
HSI
23766.69
-0.09%
-22.24
N225
28029.57
1%
+276.20
NYSE
0.00
-100%
-16133.89
Kurs
HKD/IDR 1,845
USD/IDR 14,395
Emas
819,409 / gram

Bos Indomaret Meninggal, Begini Pergerakan Saham Indoritel (DNET)

MARKET NEWS
Dinar Fitra Maghiszha
Senin, 18 Oktober 2021 19:42 WIB
PT Indomarco Prismatama, baru saja kehilangan Direktur Merchandise, Yan Bastian, yang meninggal dalam kecelakaan di Tol Cipularang.
Bos Indomaret Meninggal, Begini Pergerakan Saham Indoritel (DNET) (FOTO: MNC Media)
Bos Indomaret Meninggal, Begini Pergerakan Saham Indoritel (DNET) (FOTO: MNC Media)

IDXChannel - Pengelola jaringan ritel waralaba, Indomaret, PT Indomarco Prismatama, baru saja kehilangan Direktur Merchandise, Yan Bastian, yang meninggal dalam kecelakaan di Tol Cipularang.

Kabar duka tersebut membuat pergerakan entitas induknya PT Indoritel Makmur Internasional Tbk (DNET) terpantau cukup stagnan sejak perdagangan dibuka pagi tadi hingga penutupan sore ini, Senin (18/10/2021).

Dibuka di level 3250, DNET terlihat sempat bergerak menguat (0,31 persen) ke level 3.260, lalu turun di area 3230. Namun, sepanjang sesi kedua hingga penutupan, emiten milik Salim Grup itu tidak mampu melanjutkan penguatannya hingga kembali ke level yang sama pada penutupan akhir pekan kemarin, stagnan alias tidak berubah.

Stagnansi DNET sore hari ini membawa performanya sepekan turun (-0,31 persen), dan year to datenya juga ikut anjlok (-7,14 persen). Namun, kinerja sebulan masih cemerlang (1,88 persen), dan tiga bulan (2,20 persen).

Perdagangan DNET hari ini cenderung tidak likuid. Itu terbukti dari frekuensi yang masih dua digit yakni 18, dengan transaksi hanya sebesar Rp20,80 juta dari 6,4 ribu lembar saham yang dijualbelikan.

Mayoritas investor masih berasal dari dalam negeri, yang jika dihitung setahun terakhir mencapai Rp643,9 miliar dana yang ditransaksikan. Sedangkan investor asing secara akumulatif hanya sebesar Rp12 juta dalam setahun terakhir.

Listing perdana di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada tahun 2000, dari segi valuasi per Juni 2021, DNET memiliki price earnings ratio (PER) positif 82.78x, meskipun price cash flow ratio (PCFR)nya anjlok -508.70x.

Membaca fundamental perusahaan dari laporan keuangan hingga Juni 2021, Indoritel mencatatkan total penjualan mencapai Rp320 miliar, dengan laba bersih mencapai Rp278,4 miliar.

Adapun total aset perseroan mencapai Rp17,29 triliun dengan total liabilitas Rp6,86 trilun dan ekuitas Rp10,16 triliun. Namun cash-flow masih merugi Rp45,31 miliar.

Dari sisi profitabilitas, DNET memiliki net profit margin (NPM) sebesar 86,94 persen, dengan ROE 5,48 persen dan ROA 3,22 persen. Namun, margin Ebitda masih merosot -90,54 persen. Sementara revenue per share (RPS) DNET masih di angka 45, dan book value per share (BVPS) sebesar 716, masih di bawah harga saat ini.

Selanjutnya dari sisi likuiditas, rasio utang (DER) masih terjaga di 67,53 persen, dengan cash ratio (CR) mencapai 35,61 persen.

Dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) DNET pada September lalu memutuskan untuk tidak membagikan dividen.

"Hasil RUPST pada hari ini kami tidak membagikan dividen. Yaitu sebesar 0,3 persen dari laba bersih 2020 sebesar 1 miliar kami tetapkan sebagai dana cadangan wajib untuk memenuhi ketentuan pasal 23 anggaran dasar perseroan, dan pasal 70 UU nomor 40 tahun 2017 tentang perseroan terbatas," kata Sekretaris Perusahaan Indoritel Makmur Internasional Kiki Yanto Gunawan, Rabu (1/9).

Saat ini perusahaan sedang fokus untuk mengembangkan potensi digital di Indomaret, selain merambah bisnis restoran cepat saji dan juga produk fiber optik.

"Aspek digital sudah tidak bisa lepas dari kebutuhan sehari-hari, dari sisi ritel Indomaret sudah bisa melakukan berbagai transaksi dengan pembayaran secara digital di toko-toko offline Indomaret ataupun di klikIndomaret, salah satu lagi uang elektronik, Isaku yang merupakan sister company dari Indomarco Prismatama yang menyediakan banyak layanan pembayaran," kata direksi perseroan dalam Public Expose, Selasa (31/8).

Perseroan menyambut baik pelonggaran kebijakan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) di sejumlah wilayah yang dinilai dapat semakin membantu penjualan ritel.

"Pemerintah akan menentukan PPKM akan dilanjutkan atau tidak dan pada level berapa, kita harus mendukung dan melaksanakan kebijakan yang ditetapkan oleh pemerintah tersebut. Perseroan bersama entitas anak dan asosiasi dengan adanya PPKM masing-masing dengan segmen usahanya akan mengadaptasi situasi baru dengan adanya pandemi ini," tandas perseroan. (RAMA)

link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD