sosmed sosmed sosmed sosmed
get app
Advertisement

BSSR Cetak Laba Bersih Rp1,1 Triliun di Semester I-2026, Pasar Ekspor Batu Bara Jadi Andalan

Market news editor Rahmat Fiansyah
31/08/2026 07:45 WIB
PT Baramulti Suksessarana Tbk (BSSR) mencatat kinerja positif pada enam bulan pertama tahun 2026 dengan meraih laba USD63 juta.
PT Baramulti Suksessarana Tbk (BSSR) mencatat kinerja positif pada enam bulan pertama tahun 2026 dengan meraih laba USD63 juta. (Foto: Ist)
PT Baramulti Suksessarana Tbk (BSSR) mencatat kinerja positif pada enam bulan pertama tahun 2026 dengan meraih laba USD63 juta. (Foto: Ist)

IDXChannel - PT Baramulti Suksessarana Tbk (BSSR) mencatat kinerja positif pada enam bulan pertama tahun 2026. Perusahaan batu bara tersebut membukukan kenaikan pendapatan hingga laba bersih.

Dalam laporan keuangan auditan yang dikutip Senin (31/8/2026), BSSR meraih penjualan sebesar USD361,1 juta atau Rp6,5 triliun, tumbuh 11 persen dibandingkan semester I-2025 yang sebesar USD326,4 juta.

Mayoritas batu bara BSSR dijual ke luar negeri. Hal ini tercermin dari penjualan ekspor yang mencapai USD296,5 juta atau 82 persen dari total penjualan. Porsi ini bahkan meningkat dari 70 persen pada akhir Juni 2025.

Kenaikan penjualan ditambah dengan beban pokok penjualan yang terkendali mendongkrak laba  bruto BSSR tumbuh 27 persen menjadi USD134,9 juta dengan margin 37,4 persen

Kinerja BSSR juga semakin efisien. Beban operasional yang tumbuh lebih lambat membuat laba usaha meningkat 41 persen menjadi USD79,7 juta. Sementara laba bersih tumbuh 27 persen menjadi USD63 juta atau Rp1,1 triliun.

Kenaikan penjualan dan laba BSSR juga selaras dengan peningkatan pada arus kas (cashflow) di mana arus kas dari aktivitas operasi mencapai USD111,6 juta, naik 27 persen secara tahunan. 

Angka itu sudah dipotong royalti yang dibayarkan kepada pemerintah dengan total USD40 juta dengan rincian dari izin Perjanjian Karya Pengusahaan Pertambangan Batubara (PKP2B) senilai USD30,2 juta dan Izin Usaha Pertambangan (IUP) sebesar USD9,8 juta.

Dalam enam bulan, kas BSSR meningkat USD63,3 juta atau naik 2,5 kali lipat dibandingkan periode semester I-2025. Hingga akhir Juni 2026, posisi kas dan setara kas menembus USD105 juta atau Rp1,9 triliun, naik tajam dari akhir tahun lalu yang sebesar USD44,2 juta.

Meski kas naik, liablitas BSSR juga meningkat 71 persen menjadi USD166,2 juta. Hal ini disebabkan oleh kenaikan utang usaha dan utang dividen. Sementara utang berbunga dilunasi seluruhnya, sehingga BSSR menjadi debt-free company.

Ekuitas BSSR turun menjadi USD266,3 juta akibat pembayaran dividen. Secara umum, aset perseroan meningkat 17 persen menjadi USD423 juta imbas kenaikan kas dari aktivitas operasional perusahaan.

(Rahmat Fiansyah)

Halaman : 1 2
Advertisement
Advertisement