Kenaikan penjualan dan laba BSSR juga selaras dengan peningkatan pada arus kas (cashflow) di mana arus kas dari aktivitas operasi mencapai USD111,6 juta, naik 27 persen secara tahunan.
Angka itu sudah dipotong royalti yang dibayarkan kepada pemerintah dengan total USD40 juta dengan rincian dari izin Perjanjian Karya Pengusahaan Pertambangan Batubara (PKP2B) senilai USD30,2 juta dan Izin Usaha Pertambangan (IUP) sebesar USD9,8 juta.
Dalam enam bulan, kas BSSR meningkat USD63,3 juta atau naik 2,5 kali lipat dibandingkan periode semester I-2025. Hingga akhir Juni 2026, posisi kas dan setara kas menembus USD105 juta atau Rp1,9 triliun, naik tajam dari akhir tahun lalu yang sebesar USD44,2 juta.
Meski kas naik, liablitas BSSR juga meningkat 71 persen menjadi USD166,2 juta. Hal ini disebabkan oleh kenaikan utang usaha dan utang dividen. Sementara utang berbunga dilunasi seluruhnya, sehingga BSSR menjadi debt-free company.
Ekuitas BSSR turun menjadi USD266,3 juta akibat pembayaran dividen. Secara umum, aset perseroan meningkat 17 persen menjadi USD423 juta imbas kenaikan kas dari aktivitas operasional perusahaan.
(Rahmat Fiansyah)