Fika memastikan kebijakan ini bertujuan menjaga nilai dana sekaligus memastikan ketersediaan dana secara optimal sesuai dengan rencana penggunaan dana IPO yang telah ditetapkan.
Selain deposito, Bukalapak juga menyimpan dana di giro dengan bunga 5 persen di Bank CIMB Niaga senilai Rp453,8 miliar. Adapun SBN rupiah, Bukalapak memiliki portofolio sebesar Rp900 miliar dengan bunga 2 persen.
Bukalapak sebelumnya telah memundurkan jadwal batas akhir penggunaan dana IPO pada akhir 2026. Terkait masih besarnya sisa dana IPO, perseroan berkomitmen merealisasikan penggunaan dana IPO sesuai rencana dan jangka waktu.
"Hingga 31 Desember 2025, perseroan melakukan realisasi dana IPO dengan menerapkan prinsip kehati-hatian (prudent) dan selektif, khususnya dalam penggunaan dana untuk modal kerja," tuturnya.
Pendekatan ini, kata Fika, mempertimbangkan kondisi usaha, prioritas pengembangan, serta dinamika ekonomi dan industri, dengan tujuan menjaga kualitas penggunaan dana dan keberlanjutan usaha perseroan. Selain itu, perseroan juga secara aktif terus menjajaki berbagai peluang pertumbuhan usaha dan potensi kerja sama.
(Rahmat Fiansyah)