Tak hanya itu, Theodorus juga menyebut bahwa transformasi bisnis Perseroan sejauh ini tidak lagi terbatas pada pembangunan menara telekomunikasi. Dalam hal ini, MTEL kini mengembangkan model Next Generation TowerCo dengan memperluas layanan beyond tower yang terintegrasi.
Selain penguatan ekosistem FWA berbasis jaringan fiber optic, MTEL juga tengah fokus dalam memperkuat ekosistem layanan melalui usulan penambahan kegiatan usaha Power-as-a-Service (PaaS), sebagai bagian dari strategi untuk menghadirkan solusi infrastruktur yang lebih komprehensif dan berkelanjutan.
"Pengembangan ekosistem terintegrasi, termasuk FWA dan PaaS, merupakan langkah strategis untuk mendorong pemerataan konektivitas digital nasional," ujar Theodorus.
Pendekatan ini disebut Theodorus tidak hanya menghadirkan akses internet yang berkualitas dan terjangkau, namun juga memastikan ketersediaan energi yang andal untuk mendukung operasional jaringan, khususnya di wilayah dengan keterbatasan infrastruktur kelistrikan.
Dari sisi operasional, hingga triwulan I-2026 MTEL telah mengelola 40.327 menara, tumbuh 1,9 persen secara tahunan, dengan lebih dari 59 persen dari portofolio tersebut berada di luar Pulau Jawa, termasuk wilayah Terdepan, Terluar, dan Tertinggal (3T).