Upaya densifikasi menara, penguatan fiberisasi, serta pengembangan layanan Power-as-a-Service menjadi fondasi penting dalam mendukung kebutuhan kapasitas, keandalan energi, dan latensi rendah yang menjadi karakteristik utama teknologi tersebut. Di sisi keberlanjutan, Mitratel juga terus memperkuat implementasi prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG).
Dengan skor risiko ESG sebesar 18,8 atau dalam kategori risiko rendah dari Sustainalytics, Perseroan mempertahankan posisinya sebagai salah satu perusahaan infrastruktur telekomunikasi dengan kinerja ESG terdepan di Indonesia.
"Dengan fundamental yang kuat, skala aset yang luas, serta strategi yang terintegrasi, Mitratel optimistis dapat terus menciptakan nilai jangka panjang sekaligus berkontribusi terhadap percepatan pertumbuhan ekonomi digital nasional secara berkelanjutan," ujar Theodorus.
(taufan sukma)