"Hal ini mencerminkan fokus ekspansi kami yang sejalan dengan kebutuhan masyarakat terhadap pemerataan infrastruktur nasional," ujar Theodorus.
Theodorus juga mengeklaim bahwa tingkat kepercayaan operator seluler terhadap kualitas infrastruktur Mitratel juga terus meningkat. Hal ini tercermin dari pertumbuhan kolokasi sebesar 11,3 persen menjadi 23.006 unit, serta peningkatan tenancy ratio menjadi 1,57x yang menunjukkan semakin optimalnya produktivitas aset.
Di sisi lain, jaringan fiber optic Perseroan tumbuh signifikan sebesar 17,3 persen menjadi 72.842 km billable length, memperkuat peran Mitratel sebagai mitra utama dalam pengembangan Fiber-to-theTower (FTTT).
Dengan struktur permodalan yang sehat dan leverage yang terkendali, Theodorus memastikan bahwa pihaknya memiliki fleksibilitas yang memadai untuk melanjutkan ekspansi, baik secara organik maupun melalui peluang anorganik yang selektif sepanjang tahun 2026.
"Ke depan, kami berada pada posisi strategis untuk menangkap peluang dari akselerasi penggelaran jaringan 5G di Indonesia," ujar Theodorus.