Menariknya, di tengah derasnya aksi lepas asing senilai Rp1,97 triliun pada saham BUMI, harga justru melaju kencang. Penguatan ini menjadi upaya pemulihan setelah sebelumnya tertekan tajam akibat peringatan MSCI pada akhir Januari lalu.
Di sisi korporasi, BUMI kembali melanjutkan aksi pendanaan melalui Penawaran Umum Berkelanjutan (PUB) Obligasi Berkelanjutan I dengan target dana hingga Rp5 triliun.
Sebelumnya, perseroan telah menerbitkan Obligasi Tahap I sebesar Rp350 miliar, Tahap II Rp721,61 miliar, dan Tahap III Rp780 miliar sepanjang 2025.
Kini, BUMI bersiap menerbitkan Obligasi Berkelanjutan I Tahap IV Tahun 2026 senilai Rp612,75 miliar. Obligasi ini ditawarkan pada harga 100 persen dari nilai pokok dengan bunga tetap 7,25 persen per tahun dan tenor tiga tahun sejak tanggal emisi.
Pembayaran pokok dilakukan sekaligus saat jatuh tempo (bullet payment), sedangkan bunga dibayarkan setiap tiga bulan, dengan pembayaran pertama pada 20 Mei 2026 dan pelunasan akhir pada 20 Februari 2029.