sosmed sosmed sosmed sosmed
get app
Advertisement

BUMI Punya Cadangan Batu Bara 2,5 Miliar Ton, Produksi Dijaga di Level 75 Juta Ton per Tahun

Market news editor Tangguh Yudha
05/03/2026 16:00 WIB
PT Bumi Resources Tbk (BUMI) menargetkan produksi batu bara tetap stabil di kisaran 73-75 juta ton per tahun.
PT Bumi Resources Tbk (BUMI) menargetkan produksi batu bara tetap stabil di kisaran 73-75 juta ton per tahun. (Foto: Ist)
PT Bumi Resources Tbk (BUMI) menargetkan produksi batu bara tetap stabil di kisaran 73-75 juta ton per tahun. (Foto: Ist)

IDXChannel - PT Bumi Resources Tbk (BUMI) menargetkan produksi batu bara tetap stabil di kisaran 73-75 juta ton per tahun. Target tersebut ditopang oleh cadangan batu bara yang mencapai 2,5 miliar ton.

Head of Investor Relations BUMI, Yudicia Retnodewi mengatakan, hingga saat ini BUMI masih menjadi produsen batu bara thermal terbesar di Indonesia dengan dua tambang utama, yakni Kaltim Prima Coal (KPC) dan Arutmin.

Dia menjelaskan, pada 2024 produksi batu bara BUMI tercatat mencapai 74,7 juta ton atau sekitar 9 persen dari total produksi nasional, dan untuk tahun 2025, perseroan memperkirakan volume produksi masih berada pada kisaran yang sama.

"Dan di tahun 2025 ini, most likely (kemungkinan besar) estimasi kita juga tetap di angka 73-75 (ton) untuk full year 2025 dan ini adalah data historical production kita dari tahun 2001 sampai estimated 2025," katanya dalam acara Investor Gathering 2026 yang digelar di Main Hall Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Kamis (5/3/2026).

Yudicia mengatakan, bahwa BUMI juga memiliki cadangan (reserve) terbukti batu bara sekitar 2,5 miliar ton serta sumber daya (resource) mencapai 6,8 miliar ton yang berasal dari tiga tambang utama, yaitu KPC, Arutmin, dan Pendopo.

Menurut Yudicia, lokasi tambang BUMI yang strategis turut mendukung distribusi batu bara ke berbagai pasar internasional, khususnya Asia dan Eropa. Perseroan juga didukung fasilitas pertambangan terbuka dengan fasilitas pengolahan yang beroperasi 24 jam sepanjang tahun.

Selain itu, perusahaan memiliki infrastruktur pendukung seperti loading terminal, fasilitas pelabuhan, hingga captive power plant yang menjadi keunggulan kompetitif dalam operasional.

Di sisi lain, BUMI juga mulai melakukan diversifikasi bisnis untuk menghadapi ketidakpastian pasar. Selain mengantongi kepemilikan saham di PT Bumi Resources Minerals Tbk (BRMS), perseroan juga mulai masuk ke pengembangan komoditas mineral seperti emas, perak, dan bauksit.

Sementara itu, dari sisi kinerja keuangan hingga sembilan bulan 2025, BUMI mencatatkan pertumbuhan pendapatan sebesar 12 persen dan kenaikan laba kotor hingga 7 persen. Meski laba bersih tercatat turun 56 persen, penurunan tersebut dipengaruhi adanya penyesuaian transaksi non-tunai pada periode yang sama tahun sebelumnya.

“Secara full year kalau dilihat dari 2024 versus 9 bulan 2025 kita masih on-track (sesuai target) untuk growth (pertumbuhan) dari batu baranya ini dari pendapatan selama full year 2025,” kata Yudicia.

(Rahmat Fiansyah)

Halaman : 1 2
Advertisement
Advertisement