Dari sisi global, sentimen pasar dibayangi oleh lonjakan harga minyak dan sikap bank sentral yang semakin hawkish.
Harga minyak melonjak tajam setelah kekhawatiran gangguan pasokan di Selat Hormuz, mendorong inflasi dan memperkecil peluang penurunan suku bunga dalam waktu dekat.
Pasar kini mulai mengurangi ekspektasi pelonggaran moneter dari bank sentral utama, termasuk Federal Reserve (The Fed), seiring meningkatnya tekanan inflasi. Kenaikan imbal hasil obligasi dan penguatan dolar AS pun menjadi faktor tambahan yang menahan laju reli pasar saham.
Di tengah kondisi ini, pelaku pasar masih berharap narasi pertumbuhan AI dapat menjadi penyeimbang, meski risiko perlambatan ekonomi global dan biaya pinjaman yang lebih tinggi semakin membayangi. (Aldo Fernando)