AALI
9800
ABBA
188
ABDA
0
ABMM
2360
ACES
780
ACST
170
ACST-R
0
ADES
7375
ADHI
815
ADMF
8100
ADMG
177
ADRO
2970
AGAR
318
AGII
1950
AGRO
765
AGRO-R
0
AGRS
122
AHAP
57
AIMS
254
AIMS-W
0
AISA
152
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
1640
AKRA
1060
AKSI
294
ALDO
855
ALKA
294
ALMI
292
ALTO
228
Market Watch
Last updated : 2022/06/24 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
544.03
0.56%
+3.01
IHSG
7042.94
0.64%
+44.67
LQ45
1018.99
0.57%
+5.77
HSI
21719.06
2.09%
+445.19
N225
26491.97
1.23%
+320.72
NYSE
14402.12
0.34%
+49.32
Kurs
HKD/IDR 1,889
USD/IDR 14,845
Emas
873,761 / gram

Bursa Asia Bergerak Variatif, Nikkei Cs Turun dan IHSG Menguat 0,19 Persen

MARKET NEWS
Kunthi Fahmar Sandy
Senin, 27 Desember 2021 10:06 WIB
Hingga pukul 09:32 WIB, Nikkei 225 Jepang (N225) turun -0,26% di 28.723,50, Hang Seng Hong Kong (HSI) naik 0,13% di 23.223,76
Bursa Asia Bergerak Variatif, Nikkei Cs Turun dan IHSG Menguat 0,19 Persen (FOTO:MNC Media)
Bursa Asia Bergerak Variatif, Nikkei Cs Turun dan IHSG Menguat 0,19 Persen (FOTO:MNC Media)

IDXChannel - Bursa saham di kawasan Asia bergerak variatif pada perdagangan, Senin (27/12/2021). 

Hingga pukul 09:32 WIB, Nikkei 225 Jepang (N225) turun -0,26% di 28.723,50, Hang Seng Hong Kong (HSI) naik 0,13% di 23.223,76, dan Kospi Korea Selatan (KS11) melemah -0,07% di 3.010,26 

Shanghai Composite China tumbuh 0,22% di 3.626,13, Taiwan Weighted naik 0,54% di 18.058,23, dan Straits Times Singapura (STI) menanjak 0,15% di 3.112,95. Sedangkan Indonesia Composite Index / IHSG juga menguat 0,19% di 6.578. 

Pergerakan pasar ekuitas di Asia mendapat dorongan dari mulai diperlonggarnya pembatasan mobilitas terkait varian Omicron. 

Singapura, baru saja membuka pembatasan kunjungan dari sejumlah negara dari Afrika. Langkah negeri Singa ini menunjukkan varian tersebut lebih mudah menular tetapi tidak separah varian delta. 

Sedangkan kabar dari Wall Street, sejumlah pengamat menilai pergerakan bursa Amerika Serikat masih memberi perhatian terhadap dampak lanjutan Omicron terhadap kebijakan pembatasan. 

"Pasar sangat reaksioner sekarang dan setiap berita kecil memiliki dampak besar," kata Analis Villere & Co, George Young, dilansir Reuters, Senin (27/12/2021). 

Goldman Sachs memangkas estimasi pertumbuhan PDB AS menjadi 3,8% dari 4,2% karena ketidakpastian dampak gelombang Omicron. Pada pekan ini, masih sedikit data ekonomi yang perlu dicermati investor. Analis Envestnet PMC Dana D'Auria, menyebut kurangnya pembacaan baru tentang kekuatan ekonomi pada saat jumlah kasus virus corona meningkat dapat membuat pasar saham lebih bergejolak hingga akhir tahun. 

"Pasar menjadi cukup bagus dalam menentukan harga dan memulai dari apa yang kita pelajari di sisi kesehatan," katanya.

Apabila kasus Omicron terus melonjak atau ada tanda-tanda bahwa pembatasan ekonomi dapat diterapkan kembali, investor dimungkinkan bakal lebih bergantung terhadap emiten-emiten potensial yang tidak memiliki dampak terhadap Omicron, seperti teknologi. 

Dalam hal ini, perusahaan teknologi raksasa seperti Apple Inc diuntungkan mengingat kinerja keuangan mereka dan pertumbuhan pendapatan sebagai akibat dari pekerjaan jarak jauh / work from home.

(SANDY)

link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD