AALI
11950
ABBA
189
ABDA
6250
ABMM
3230
ACES
1015
ACST
165
ACST-R
0
ADES
4800
ADHI
680
ADMF
8075
ADMG
167
ADRO
3190
AGAR
332
AGII
1925
AGRO
935
AGRO-R
0
AGRS
116
AHAP
61
AIMS
250
AIMS-W
0
AISA
159
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
930
AKRA
1020
AKSI
234
ALDO
920
ALKA
298
ALMI
272
ALTO
199
Market Watch
Last updated : 2022/05/18 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
543.10
1.19%
+6.37
IHSG
6793.41
2.24%
+148.95
LQ45
1016.00
1.18%
+11.88
HSI
20644.28
0.2%
+41.76
N225
26911.20
0.94%
+251.45
NYSE
0.00
-100%
-15259.82
Kurs
HKD/IDR 1,869
USD/IDR 14,690
Emas
859,367 / gram

Bursa Asia Kompak Merah, Gara-gara The Fed Bakal Naikkan Suku Bunga 

MARKET NEWS
Dinar Fitra Maghiszha
Kamis, 06 Januari 2022 11:25 WIB
bursa saham di kawasan Asia terpantau memerah pada perdagangan pagi Kamis (6/1) menyusul The Fed yang kian condong mengindikasikan kenaikan suku bunga.
Bursa Asia Kompak Merah, Gara-gara The Fed Bakal Naikkan Suku Bunga  (Dok.MNC Media)
Bursa Asia Kompak Merah, Gara-gara The Fed Bakal Naikkan Suku Bunga  (Dok.MNC Media)

IDXChannel - Seluruh bursa saham di kawasan Asia terpantau memerah pada perdagangan pagi Kamis (6/1) menyusul risalah Federal Reserve / The Fed yang kian condong mengindikasikan kenaikan suku bunga pada tahun ini.

Hingga pukul 10:20 WIB, Nikkei 225 Jepang (N225) anjlok -0,38% di 22.820,50, Shanghai Composite China (SSEC) tertekan -0,35% di 3.582,46, dan Kospi Korea Selatan (KS11) terpuruk -0,51% di 2.938,96.

Hang Seng Hong Kong (HSI) turun -0,50% di 22.793,12, Taiwan Weighted (TWII) merosot -0,99% di 18.316,46. S&P 500 / ASX 200 Australia (AXJO) terpuruk -1,92% di 7.420,20, SET Thailand longsor -1,24% di 1.656,03, dan IDX Composite / IHSG jatuh -0,68% di 6.617,17.

Risalah pertemuan Federal Reserve yang baru saja diumumkan menunjukkan kenaikan suku bunga akan terjadi lebih cepat dari perkiraaan untuk mengantisipasi lonjakan inflasi. Kekhawatiran ini memberi beban terhadap aset berisiko, termasuk pasar saham.

"Ada risiko bahwa Fed dapat membuat kesalahan saat memutuskan kebijakaan saat ini dengan menaikkan suku bunga lebih cepat dari yang diharapkan," kata Ekonom Senior Union Bancaire Privee, Carlos Casanova, dilansir Reuters, Kamis (6/1/2022).

Otoritas Fed mengatakan dalam risalah pertemuan Desember bahwa pasar tenaga kerja yang "sangat ketat" dan inflasi yang tidak mereda membuat mereka harus menaikkan suku bunga lebih cepat dari yang diharapkan dan mulai mengurangi kepemilikan aset secara keseluruhan sebagai rem kedua terhadap ekonomi, menurut risalah dari pertemuan itu.

Seluruh pejabat Fed khawatir atas laju kenaikan harga di tengah kemacetan pasokan global. Pandangan Fed yang lebih hawkish ini mendorong imbal hasil treasuri AS menjadi lebih tinggi. Pada hari Kamis, imbal hasil untuk tenor 10-tahun AS tetap tinggi di 1,6929%, tidak jauh dari penutupan Rabu di 1,7030%.

Halaman : 1 2
link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD