sosmed sosmed sosmed sosmed
get app
Advertisement

Bursa Asia Melesat, Investor Sambut Prospek Damai AS-Iran

Market news editor TIM RISET IDX CHANNEL
15/06/2026 09:25 WIB
Kesepakatan damai sementara antara Amerika Serikat (AS) dan Iran meredakan kekhawatiran pasar terhadap potensi gangguan pasokan energi dari kawasan Timur Tengah
Bursa Asia Melesat, Investor Sambut Prospek Damai AS-Iran. (Foto: Reuters)
Bursa Asia Melesat, Investor Sambut Prospek Damai AS-Iran. (Foto: Reuters)

IDXChannel - Bursa saham Asia menguat pada perdagangan awal Senin (15/6/2026) setelah kesepakatan damai sementara antara Amerika Serikat (AS) dan Iran meredakan kekhawatiran pasar terhadap potensi gangguan pasokan energi dari kawasan Timur Tengah.

Sentimen positif tersebut mendorong investor kembali memburu aset berisiko, sementara harga minyak mentah terkoreksi.

Melansir Dow Jones Newswires, Iran dan AS pada Minggu mengumumkan telah mencapai kesepakatan damai sementara. Kesepakatan tersebut rencananya akan ditandatangani pada Jumat, menurut Presiden AS Donald Trump dan perunding dari Pakistan.

Trump juga menyatakan Selat Hormuz akan kembali dibuka pada Jumat (19/6) setelah proses pembersihan ranjau selesai.

Sebelumnya, Trump mengatakan pembatasan pelayaran Iran di jalur strategis tersebut serta blokade laut AS terhadap Iran akan dicabut secara bersamaan.

Pembukaan kembali Selat Hormuz menjadi perhatian utama pasar karena jalur tersebut merupakan rute penting perdagangan energi global.

Analis Pasar Senior di XS.com Antonio Di Giacomo mengatakan, sekitar seperlima konsumsi minyak dunia melewati selat tersebut.

“Pembukaan kembali jalur ini secara penuh akan mengurangi kekhawatiran terhadap kekurangan pasokan dan meningkatkan prospek stabilitas pasar energi global,” ujar Di Giacomo.

Meredanya ketegangan geopolitik membuat harga minyak turun tajam. Kontrak berjangka minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman terdekat turun 4,8 persen menjadi USD80,81 per barel.

Sementara harga minyak Brent terkoreksi 4,1 persen menjadi USD83,75 per barel, berdasarkan data ICE.

Di pasar saham, indeks Nikkei Jepang melonjak 5,35 persen, disusul Kospi Korea Selatan yang naik 5 persen. Indeks S&P/ASX 200 Australia juga menguat 1,29 persen.

Sementara itu, indeks Hang Seng Hong Kong naik 0,79 persen, Shanghai Composite China meningkat 0,79 persen, dan Straits Times Index (STI) Singapura menguat 1,26 persen.

Kepala Ekonom Grup di National Australia Bank Sally Auld mengatakan harapan terhadap terobosan diplomasi untuk meredakan konflik AS-Iran menjadi katalis positif bagi pasar saham.

“Harapan terhadap terobosan diplomasi untuk meredakan konflik [AS-Iran] mendorong harga minyak turun dan mengangkat pasar saham,” kata Auld.

Menurut dia, penurunan harga minyak juga membantu meredakan kekhawatiran inflasi sehingga pasar mulai memperkirakan kenaikan suku bunga berikutnya oleh The Federal Reserve akan terjadi pada tahun depan. (Aldo Fernando)

Halaman : 1 2 3
Advertisement
Advertisement