Kekhawatiran ini membuat harga minyak tetap volatil dan menjaga tekanan inflasi global tetap tinggi.
Harga minyak sempat berbalik naik di perdagangan awal, setelah sebelumnya tertekan oleh sinyal yang saling bertentangan terkait negosiasi.
Brent crude tercatat naik sekitar 2 persen ke USD104,71 per barel, namun masih berada di jalur penurunan mingguan sekitar 6 persen.
Sementara West Texas Intermediate (WTI) naik 1,66 persen ke USD98,01 per barel.
Di pasar derivatif, kontrak berjangka saham AS dan Eropa juga ikut menguat, seiring meningkatnya harapan bahwa ketegangan geopolitik dapat mereda, meski pelaku pasar tetap berhati-hati.
Analis menilai, selama konflik belum sepenuhnya mereda, harga minyak berpotensi tetap menjadi faktor utama yang menggerakkan ekspektasi inflasi dan kebijakan suku bunga global.