Sejumlah pihak juga telah ditunjuk sebagai standby buyer dalam aksi korporasi tersebut. Di antaranya Global Tower Investments Limited yang masuk sebagai investor asing, serta PT Gunanusa Utama Fabricators, Andry Hakim, dan Gabriel Rey.
Sebagian dana hasil rights issue direncanakan akan digunakan untuk konversi utang menjadi modal perusahaan senilai sekitar Rp924 miliar. Langkah tersebut menjadi bagian dari strategi perseroan dalam memperkuat struktur keuangan.
Suminto menegaskan perseroan tetap menjalankan rencana aksi korporasi sesuai agenda yang telah disusun.
“Kami berkomitmen untuk tetap menjalankan Rights Issue sesuai rencana dan berharap dukungan penuh dari seluruh pemegang saham maupun investor,” katanya.
Terkait jadwal pelaksanaan rights issue, manajemen menyatakan saat ini masih berfokus menyelesaikan agenda Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) yang dijadwalkan berlangsung pada Senin (25/5/2026).