Optimisme serupa juga muncul pada PT HM Sampoerna (HMSP). Analis KB Valbury Sekuritas Akhmad Nurcahyadi menilai, kinerja HMSP mulai menunjukkan stabilitas pada kuartal I-2026 meski tekanan industri masih berlangsung.
KB Valbury mencatat laba usaha HMSP naik 3,7 persen menjadi Rp2,49 triliun, sementara laba bersih tumbuh 7,2 persen secara tahunan. Perbaikan tersebut ditopang efisiensi biaya, penurunan beban bunga, serta biaya bahan baku yang lebih rendah.
Segmen SKM masih menjadi penopang utama bisnis HMSP dengan kontribusi sekitar 60,8 persen terhadap total penjualan. Sementara itu, produk bebas asap atau smoke-free products juga mencatat pertumbuhan kuat hingga 43,8 persen secara tahunan meski porsinya masih relatif kecil.
Dari sisi profitabilitas, margin laba kotor HMSP naik menjadi 18,4 persen, sedangkan margin laba bersih meningkat menjadi 7,6 persen. Pangsa pasar HMSP juga tetap terjaga di level 29,1 persen di tengah persaingan industri yang ketat.
Meski demikian, para analis mengingatkan tekanan daya beli masyarakat masih menjadi tantangan utama sektor rokok.