Adapun laba operasional turun 4 persen menjadi Rp9,3 miliar imbas lonjakan pada beban administrasi menjadi Rp11,3 miliar. Beban administrasi terutama meningkat akibat pengeluaran pada operasi lain sebesar Rp3,5 miliar.
Namun, laba bersih meningkat lebih dari tiga kali lipat menjadi Rp3,5 miliar sebagai akibat terutama dari penurunan beban keuangan yang signifikan.
Dari sisi neraca, posisi kas dan setara kas DADA turun menjadi Rp2,99 miliar dengan persediaan meningkat menjadi Rp154 miliar. Selain itu, piutang juga naik dua kali lipat menjadi Rp16,96 miliar.
Liabilitas turun 2,4 persen menjadi Rp283,74 miliar. Utang bank turun 78 persen menjadi Rp16,09 miliar, namun muncul utang pinjaman sebesar Rp57,6 miliar.
Meski laba meningkat, arus kas dari aktivitas operasional justru negatif Rp7,06 miliar, berbalik dari 2024 yang positif Rp19,09 miliar. Padahal, penerimaan kas dari pelanggan melesat 68 persen menjadi Rp69 miliar.