Ia mengatakan rilis data yang lebih lengkap kemungkinan baru tersedia pada Januari.
"Investor harus menghadapi ketidakpastian ini ... hingga akhir tahun," katanya.
Selain data ekonomi, pasar juga mencermati prospek kebijakan moneter setelah peluang pemangkasan suku bunga The Fed meningkat tajam dalam seminggu terakhir.
Berdasarkan CME FedWatch, probabilitas penurunan suku bunga seperempat poin pada pertemuan 9–10 Desember telah melampaui 80 persen. Angka ini naik signifikan dari sekitar 50 persen pada pekan sebelumnya.
Ekspektasi tersebut menguat setelah sejumlah pejabat Federal Reserve menyatakan kesiapan untuk melakukan pelonggaran kebijakan.
Sinyal menuju kebijakan moneter yang lebih longgar mendorong penguatan di beberapa sektor yang sensitif terhadap suku bunga, termasuk saham-saham berkapitalisasi kecil.