Myrdal juga mengungkapkan, Danantara memiliki berbagai jalur untuk masuk ke pasar modal, termasuk melalui perusahaan sekuritas, manajer investasi, maupun lembaga pengelola aset yang dimiliki oleh BUMN.
“Danantara bisa masuk melalui fund manager ataupun lembaga manajemen aset yang dimiliki,” jelasnya.
Dalam konteks kondisi pasar saat ini, Myrdal menilai kehadiran investor institusional jangka panjang seperti Danantara justru berpotensi memperkuat stabilitas pasar. Terlebih, pasca koreksi tajam dan derasnya arus keluar dana asing, valuasi sejumlah saham berkapitalisasi besar dinilai semakin menarik.
“Dalam situasi seperti sekarang, ketika investor asing banyak keluar, Danantara bisa berperan sebagai liquidity provider. Selain itu, Danantara juga bisa berorientasi pada keuntungan jangka menengah dan panjang dengan berinvestasi pada perusahaan yang valuasinya rendah namun memiliki fundamental yang kuat,” tutur dia.
Secara terpisah, pengamat ekonomi dan pasar modal Farid Subkhan mengatakan, Danantara Indonesia berpotensi sebagai market driver sekaligus market balancer.