Hingga kuartal I-2026, total aset perusahaan masih sekitar USD12.000, yang mencerminkan bahwa entitas tersebut masih berada pada tahap pengembangan sebelum beroperasi secara komersial.
Masuknya TPIA ke proyek PSEL juga dinilai menjadi kelanjutan dari strategi energi bersih yang telah dijalankan perseroan sejak Agustus 2025.
Saat itu, emiten milik Grup Barito besutan Prajogo Pangestu tersebut mulai memanfaatkan Refuse Derived Fuel (RDF) sebagai bahan bakar alternatif melalui skema co-firing pada boiler batu bara di fasilitas Pulo Ampel, Serang.
Pada Juli 2025, pemanfaatan RDF mencapai 60,33 ton sampah dengan estimasi penurunan emisi sebesar 29,63 ton setara CO2.
Sementara itu, anak usaha tidak langsung BNBR, PT Bakrie Power, melalui PT Bakrie Metal Industries (BMI) dengan kepemilikan 99,99 persen, bergabung dalam konsorsium Mentari Citra Lestari bersama PT Acritas Karya Persada dan SUS Indonesia Holding Limited.