6. PT Charlie Hospital Semarang Tbk (RSCH)
Ada 530.000.000 saham baru akan ditawarkan PT Charlie Hospital Semarang Tbk. Angka ini setara dengan 20% dari modal ditempatkan dan disetor Perseroan setelah penawaran umum perdana saham dengan nilai nominal Rp50 setiap saham.
Perseroan mematok harga penawaran Rp 105-Rp125 per lembar. Nantinya, dana hasil IPO 48,13% akan digunakan untuk penyelesaian pembangunan Rumah Sakit Charlie Hospital Demak.
Sisanya sekitar 45,89% akan digunakan untuk pembelian alat medis.
Masa Penawaran Awal: 4 - 8 Agustus 2023
Efektif: 16 Agustus 2023
Masa Penawaran Umum: 21 - 23 Agustus 2023
Penjatahan: 23 Agustus 2023
Distribusi Saham: 24 Agustus 2023
Pencatatan: 25 Agustus 2023
7. PT Humpuss Maritim International Tbk (HUMI)
Sebanyak 27.070.000.000 saham ditawarkan PT Humpuss Intermoda Transportasi Tbk. Angka ini setara 15% dari seluruh modal ditempatkan dan disetor penuh setelah IPO.
Harga penawaran sebesar Rp100 per lembar, sehingga HUMI diprediksi meraup Rp270 miliar dari IPO.
Nantinya, 20% dana hasil IPO akan dialokasikan untuk kebutuhan modal kerja sementara sisanya 80% akan digunakan untuk memperkuat equity dalam rangka pengembangan usaha entitas anak perseroan.
Masa Penawaran Umum: 2-7 Agustus 2023
Penjatahan: 7 Agustus 2023
Distribusi Saham: 8 Agustus 2023
Pencatatan Saham: 9 Agustus 2023
8. PT Multi Garam Utama Tbk (FOLK)
Ada 570.000.000 lembar saham ditawarkan PT Multi Garam Utama Tbk. Ini setara dengan 14,44% dari modal yang ditempatkan dan disetor penuh setelah IPO.
Harga penawaran dibandrol Rp100 per saham, sehingga diprediksi mengantongi Rp57 miliar dari IPO.
Sekitar 22,69% dana IPO akan dilakukan untuk penyetoran modal kepada PT Finfolk Media Nusantara (FMN), kemudian 18,85% akan digunakan untuk pembayaran jasa kontraktor.
Sementara itu, 17,65% untuk pembelian saham PT Untung Selalu Sukses (USS). Sekitar 12,50% akan dipinjamkan kepada PT Drsoap Global Indonesia (DGI). Pinjaman ini akan berupa pinjaman pemegang saham.
Kemudian sekitar 12,00% akan dipinjamkan berupa pinjaman pemegang saham kepada PT Amazara Indonesia Mudakarya (AIM). Sekitar 6,60 % akan dipinjamkan kepada PT Syca Kreasi Indonesia (SKI).
Sekitar 4,95% akan digunakan Perseroan untuk pembelian software dengan rincian sebagai berikut jasa Enterprise Resource Planning (ERP) dan jasa Customer Relationship Management (CRM) dimana akan mengintegrasikan seluruh sumber daya Perseroan dan Entitas Anak.
Sisanya 4,76% akan digunakan untuk modal kerja yaitu untuk pembayaran jasa Outsourcing dengan rincian sebagai berikut marketing & sales agent, customer service, administration support, jasa kebersihan dan keamanan.
Masa Penawaran Umum: 1-3 Agustus 2023
Penjatahan: 3 Agustus 2023
Distribusi Saham: 4 Agustus 2023
Pencatatan Saham: 7 Agustus 2023
9. PT Minahasa Membangun Hebat Tbk (HBAT)
PT Minahasa Membangun Hebat menawarkan 240.740.800 saham atau setara dengan 23,13% dari modal ditempatkan dan disetor setelah IPO.
Harga penawaran dipatok Rp 108 per lembar. Diprediksi HBAT akan meraup Rp 26 miliar dari IPO. Sekitar 46,2% dana IPO akan digunakan untuk pembelian landbank.
Selanjutnya, sekitar 45,36% akan digunakan untuk biaya pembangunan fasilitas umum serta sarana dan prasarana perumahan. Sisanya akan digunakan untuk modal kerja.
Masa Penawaran Umum: 1-3 Agustus 2023
Penjatahan: 3 Agustus 2023
Distribusi Saham: 4 Agustus 2023
Pencatatan Saham: 7 Agustus 2023
10. PT Mutuagung Lestari Tbk (MUTU)
Mutuagung Lestari menawarkan 942.857.200 saham atau 30% dari modal ditempatkan dan disetor setelah IPO. Harga penawaran di angka Rp108 per lembar. Diprediski MUTU akan mengantongi Rp101,82 miliar dari IPO.
Nantinya, sebesar 66% dana IPO akan digunakan perseroan untuk keperluan belanja modal atau capital expenditure (capex) guna mengembangkan laboratorium perseroan. Kemudian, 34% dialokasikan untuk operational expenditure (opex).
Masa Penawaran Umum: 2-7 Agustus 2023
Penjatahan: 7 Agustus 2023T
Distribusi Saham: 8 Agustus 2023
Pencatatan Saham: 9 Agustus 2023
11. PT Lupromax Pelumas Indonesia Tbk (LMAX)
PT Lupromax Pelumas Indonesia Tbk menawarkan 195.000.000 lembar saham atau setara 26,09% dari modal ditempatkan dan disetor setelah IPO.
Harga penawaran dipatok sebesar Rp200 per saham, sehingga berpotensi meraup dana segar Rp39 miliar dari IPO.
Nantinya seluruh dana hasil IPO akan digunakan perseroan untuk modal kerja. Jika dirinci 70 % akan digunakan untuk pembelian persedian. Sisanya akan digunakan untuk biaya operasional.
Masa Penawaran Umum: 2-7 Agustus 2023
Penjatahan: 7 Agustus 2023
Distribusi Saham: 8 Agustus 2023
Pencatatan Saham: 9 Agustus 2023
Setelah mengantongi 11 emiten apa saja yang akan IPO di Agustus ini, investor perlu menyiapkan strategi untuk memaksimalkan investasi di pasar saham.
Sebelum berinvestasi, calon investor sebaiknya mengetahui karakteristik pasar modal khususnya pasar modal saham.
Investasi saham mampu menawarkan potensi keuntungan yang cukup besar. Namun, bila potensi keuntungannya besar maka risikonya juga tinggi. Alasan itulah, investasi saham menjadi salah satu investasi yang memberikan hasil lebih tinggi. Selain itu, sebelum berinvestasi investor harus mengetahui tujuan investasi.
Setelah mengetahui tujuan investasi yang akan diakukan, selanjutnya menetapkan target yang diinginkan. Instrumen yang paling penting dan harus dipertimbangkan yakni kesanggupan modal.
Mulailah berinvestasi dengan yang dimiliki sendiri sekecil apapun, tapi investasi disaranklan menggunakan dana yang telah disisihkan tujuannya jika nanti terjadi kerugian atau penurunan harga, tidak akan mempengaruhi kebutuhan sehari-hari sehingga dapat dihindari pengorbanan tidak terduga akibat kebutuhan mendadak.
Untuk memperoleh hasil maksimal dalam berinvestasi, investor harus jeli melihat dari berbagai sisi, baik perkembangan ekonomi maupun politik dalam dan luar negeri.
Untuk mendapatkan hasil maksimal disarankan untuk membeli saham di pasar primer dan dijual di pasar sekunder. Saham dibeli sebagai sindikat penjamin dan menjualnya melalui para pialang kepada masyarakat.
Dengan cara itu, dipercaya akan memperoleh keuntungan yang cukup besar melalui negosiasi dengan perusahaan yang akan meluncurkan saham IPO hingga 35%. Untuk itu, diperlukan dana yang besar.
Bila dana tidak memadai, dapat membeli saham di pasar sekunder dengan jumlah pembelian minimal yakni 1 lot. Namun, harus mengetahui kapan waktunya untuk membeli dan menjual sehingga perlu menggunakan data terdahulu untuk mendapatkan nilai pembelian yang paling menguntungkan. (NIY)