Intervensi di pasar off-shore dilakukan BI secara berkesinambungan di pasar New York AS, Asia, dan Eropa. BI juga akan melakukan intervensi secara agresif di pasar domestik sejak awal pembukaan tanggal 18 Mei 206 dengan intervensi di pasar valas (spot dan DNDF) serta pembelian SBN (Surat Berharga Negara) di pasar sekunder.
Untuk perdagangan senin depan, mata uang rupiah masih berpotensi fluktuatif namun diproyeksi melemah pada rentang Rp17.470- Rp17.530. Adapun untuk range sepekan diperkirakan berada pada rentang Rp17.420 - Rp17650 per USD.
(NIA DEVIYANA)