Hal tersebut disampaikan Bimo dalam rangkaian VKTR Day, sebuah kegiatan kegiatan gathering yang digagas oleh VKTR untuk mempertemukan seluruh stakeholder dan mitra strategis, mulai pemerintah, pelaku industri, dan asosiasi guna memperkuat kolaborasi dalam pengembangan ekosistem kendaraan listrik nasional.
Dengan mengangkat tema From Local Manufacturing to National Impact, kegiatan ini diharapkan dapat menegaskan peran Perseroan sebagai manufaktur kendaraan listrik dalam negeri yang telah bergerak dari tahap pengembangan menuju implementasi nyata.
"Pengembangan ekosistem kendaraan listrik tidak dapat bergantung pada satu pemangku kepentingan saja. Diperlukan kolaborasi antara pelaku industri, pemerintah, lembaga riset, dan asosiasi agar manufaktur lokal mampu memberikan dampak nyata dan berkelanjutan," ujar Chief Executive Officer VKTR, Anindra Ardiansyah Bakrie, dalam kesempatan yang sama.
Dalam rangkaian acara tersebut, VKTR juga menggelar sesi talkshow yang menghadirkan perwakilan dari lembaga riset, regulator, dan asosiasi industri, dengan menyoroti pentingnya sinergi kebijakan, kesiapan industri, implementasi kendaraan listrik di lapangan, dan dampaknya bagi sosial dan lingkungan.
"Penguatan manufaktur lokal merupakan fondasi strategis dalam mempercepat adopsi kendaraan listrik. Forum ini mencerminkan bagaimana kebijakan, kesiapan industri, dan implementasi di lapangan harus berjalan secara paralel,: ujar Ardi Bakrie.
(taufan sukma)