Meski demikian, Garuda Indonesia masih membukukan rugi bersih sebesar USD319,39 juta atau sekitar Rp5,4 triliun sepanjang 2025.
Kerugian tersebut meningkat tajam hingga 357,8 persen dibandingkan tahun sebelumnya sebesar USD69,77 juta, yang dipicu oleh tingginya beban operasional, biaya pemeliharaan, serta penurunan pendapatan.
(DESI ANGRIANI)