AALI
10850
ABBA
73
ABDA
6950
ABMM
745
ACES
1565
ACST
358
ACST-R
0
ADES
1680
ADHI
1320
ADMF
8450
ADMG
174
ADRO
1180
AGAR
418
AGII
1270
AGRO
1215
AGRO-R
0
AGRS
805
AHAP
61
AIMS
0
AIMS-W
0
AISA
302
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
492
AKRA
3400
AKSI
765
ALDO
440
ALKA
238
ALMI
250
ALTO
0
Market Watch
Last updated : 2021/03/05 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
502.51
-0.71%
-3.59
IHSG
6258.75
-0.51%
-32.05
LQ45
941.36
-0.75%
-7.11
HSI
29098.29
-0.47%
-138.50
N225
28864.32
-0.23%
-65.79
NYSE
14959.41
-1.58%
-239.78
Kurs
HKD/IDR 1,843
USD/IDR 14,300
Emas
778,890 / gram

Fintech Pendanaan Naik 25% Jadi Rp146 Triliun Sepanjang 2020

MARKET NEWS
Kunthi Fahmar Sandy/Sindo
Jum'at, 15 Januari 2021 13:15 WIB
AFPI menyatakan fintech pendanaan menjadi bagian yang dominan dibandingkan fintech dengan model bisnis lain dalam distribusi ekosistem fintech.
Fintech Pendanaan Naik 25% Jadi Rp146 Triliun Sepanjang 2020. (Foto: MNC Media)

IDXChannel - Asosiasi Fintech Pendanaan Bersama Indonesia (AFPI) menyatakan fintech pendanaan menjadi bagian yang dominan dibandingkan fintech dengan model bisnis lain dalam distribusi ekosistem fintech.

Juru Bicara AFPI Andi Taufan menyampaikan, meski di tengah kondisi pandemi Covid-19 sepanjang 2020, pembiayaan fintech pendanaan meningkat 25% menjadi Rp73 triliun dibanding 2019, sehingga akumulasi pembiayaan per November 2020 menjadi Rp146,25 triliun.

"Berdasarkan trennya, pembiayaan fintech pendanaan akan mencapai Rp 100 triliun pada 2021," ujar Taufan, Jumat (15/1/2021). Kemudian, Fintech pendanaan akan terus mendukung perekonomian nasional dengan mengisi credit gap dari total kebutuhan kredit nasional.

Menurut data Bank Dunia, total kebutuhan dana kredit Rp1.649 triliun, terdapat kesenjangan kredit di Indonesia sekitar Rp988 triliun per tahun atau USD70 per tahun, karena kapasitas penyaluran kredit industri tradisional sekitar Rp660 triliun.

"Fintech pendanaan baru mengisi 7% dari credit gap ini pada tahun ini. Disinilah tantangan industri untuk terus meningkatkan peranannya,” paparnya. Dalam melaksanakan kegiatan usahanya fintech pendanaan tidak lepas dari kolaborasi ekosistem layanan pendukung, sehingga dengan bertumbuhnya fintech pendanaan bersama. "Dan hal ini akan linear dengan pertumbuhan ekosistem," imbuhnya.

Taufan menilai, kolaborasi dengan lembaga keuangan lainnya seperti e-commerce, fintech payment, perusahaan asuransi, modal ventura, bank merupakan satu dari empat kunci sukses fintech pendanaan.

Diantaranya adanya kebutuhan UMKM terhadap kredit yang mendorong pertumbuhan pencairan pinjaman, adanya regulasi yang mendukung inovasi fintech, serta Infrastruktur digital yang memadai seperti koneksi dan kualitas internet. (*)

link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD